DAERAH
 
Budidaya Ikan Air Tawar Menjanjikan Keuntungan
5 Desember 2012 - 10.16 WIB > Dibaca 1797 kali Print
 
DURI (RP) - Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Perikanan dan Kelautan Kecamatan Mandau, H Mahmud, Selasa (4/12) di Duri menyebutkan, Kecamatan Mandau sangat berpotensi untuk pengembangan sektor perikanan air tawar.

Menurut Mahmud, potensi besar itu kalau terus digali secara serius niscaya kebutuhan ikan untuk konsumsi penduduk setempat bisa dipenuhi di masa datang.

‘’Penduduk Kecamatan Mandau saja 250 ribu dan Pinggir sekitar 80 ribu. Kalau 80 persen saja makan ikan maka dibutuhkan hampir 27 ton ikan per hari. Kalau budidaya perikanan air tawar kita di sini betul-betul dibina dan ditekuni secara serius, saya yakin kebutuhan ikan untuk kedua kecamatan ini bisa dipenuhi. Dengan begitu ketergantungan kita pada pasokan ikan dari luar daerah bisa dikurangi,’’ katanya.

Terkait pengadaan bibit ikan untuk menggalakkan budidaya ikan air tawar di Mandau dan Pinggir khususnya, menurut Mahmud, tidak ada masalah. Pasalnya Balai Benih Ikan (BBI) Balai Raja di Kecamatan Pinggir saat ini sudah mampu memasok bibit ikan untuk keperluan pengembangan budidaya ikan dimaksud.

‘’Yang sangat dibutuhkan kini adalah keseriusan dari semua pihak disertai pula dengan pembinaan intensif dan serius dari instansi terkait,’’ katanya.

Mahmud pun mengaku gembira melihat tingginya perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan budidaya perikanan air tawar di daerah ini.

Keseriusan Pemkab tanpa diiringi dengan keseriusan dan ketekunan peternak ikan dalam mengembangkan usahanya, menurut Mahmud, juga tidak akan berdampak bagus terhadap prorgam pengembangan sektor perikanan ini.

‘’Kita harapkan, pemberian bantuan dari pemerintah daerah hanya sebagai stimulan awal saja untuk merangsang warga menekuni usaha budidaya ikan air tawar. Jangan sampai dengan adanya bantuan seperti itu peternak ikan menjadi manja dan selalu tergantung lalu mengharapkan bantuan berikutnya secara terus-menerus. Bantuan itu hanya untuk tahap awal saja. Selanjutnya harus bisa dikembangkan sendiri. Kecuali kalau kolam ikannya habis dihantam banjir baru bisa minta bantuan bibit ikan lagi,’’ paparnya.

Tak hanya bisa menjadi usaha sampingan, dalam pandangan Mahmud, budidaya ikan air tawar pun bisa menjadi pekerjaan utama. Apalagi peluangnya masih sangat besar.

‘’Untuk masuk menjadi PNS makin sulit karena sudah ada moratorium, untuk berdagang perlu modal besar dan untuk bertani pun ketersediaan tanah makin terbatas. Jadi budidaya perikanan air tawar ini layak menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi angka pengangguran,’’ tambahnya.(sda)

 
 
 
 
 
 
blog comments powered by Disqus  
 
 
 
 
 
Puting Beliung, Warga Rambah Utama Alami Patah Tulang
Pembangunan Jalan Poros Diminta Direalisasikan
Pelaku Penipuan Modus Pemasangan Listrik Antardaerah Ditangkap
Warga Sebut RIS-PNPM Rantau Panjang Tak Prosedural
Jalan Pahlawan Rusak, Puluhan KK Mengeluh
Kampar Pilot Project Pakan Ikan Lokal
Musim Hujan, Warga Diminta Waspadai Malaria
Penghuni Lapas Teluk Kuantan Didominasi Kasus Narkoba
Pembuatan Tanda Batas TNTN Mendesak
Ditargetkan Kecamatan Ada Sekolah Inklusi
 
 
 
 
Riau Pos Group
Support by: