DAERAH
 
829 Honorer Masuk Daftar K2
4 April 2013 - 10.38 WIB > Dibaca 5278 kali Print
 
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Inhu belum menerima laporan sanggahan terhadap 829 orang honorer Kategori II (K2). Namun demikian, BKD masih akan menunggu pengaduan dari masyarakat selama berlangsungnya proses uji publik selama 21 hari terhitung, Rabu (27/3) lalu.

Sementara jumlah honorer tertinggi yang masuk dalam daftar K2 yakni honorer guru SD mencapai 469 orang, disusul honorer K2 untuk guru SMP yang mencapai 67 orang.

Kepala BKD Inhu Wardiati SSos ketika dikonfirmasi Riau Pos, Rabu (3/4) melalui Kabid Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Agusrianto SE mengatakan, berdasarkan pendataan awal jumlah honorer K2 mencapai 859 orang. ‘’Setelah jumlah tersebut di verifikasi dan diajukan ke BKN, honorer K2 menjadi 829 orang. Karena dari data awal itu masih termasuk CPNS,’’ ujarnya.

Honorer K2 itu sebutnya, merupakan honorer dengan masa Tanggal Mulai Tugas (TMT) minimal 1 Januari 2005. Selain itu, honorer tersebut bekerja di instansi pemerintah yang tidak dibiayai oleh APBD maupun APBN.

Data honorer K2 itu, sebagian juga merupakan honorer yang tercecer pada pengajuan sebelumnya yakni melalui data base. ‘’Kabupaten Inhu hanya memiliki honorer K2, sementara honorer K1 masuk dalam data base pengacuan CPNS,’’ ungkapnya.

Untuk itu katanya, selama 21 hari masa uji publik semua pihak dapat menyampaikan keberatan atas nama-nama honorer K2 ke BKD Inhu. Berdasarkan surat keberatan itu, BKD dapat memproses lebih lanjut untuk disampaikan ke BKN. Namun, apabila tidak ada keberatan, jumlah honorer K2 saat ini yang akan disampaikan ke BKN untuk diusulkan sebagai CPNS.

Jumlah honorer yang masuk dalam K2 itu, di antaranya guru TK sejumlah 11 orang, guru SD 469 orang, guru SMP 67 orang, guru SMA 21 orang, guru SMK 33 orang, guru SLB 2 orang. Kemudian honorer sebagai perawat 15 orang dan bidang lainnya 2 orang serta honorer tenaga teknis lainnya sejumlah 209 orang.(adv/b)
 
 
 
 
 
 
blog comments powered by Disqus  
 
 
 
 
 
Puting Beliung, Warga Rambah Utama Alami Patah Tulang
Pembangunan Jalan Poros Diminta Direalisasikan
Pelaku Penipuan Modus Pemasangan Listrik Antardaerah Ditangkap
Warga Sebut RIS-PNPM Rantau Panjang Tak Prosedural
Jalan Pahlawan Rusak, Puluhan KK Mengeluh
Kampar Pilot Project Pakan Ikan Lokal
Musim Hujan, Warga Diminta Waspadai Malaria
Penghuni Lapas Teluk Kuantan Didominasi Kasus Narkoba
Pembuatan Tanda Batas TNTN Mendesak
Ditargetkan Kecamatan Ada Sekolah Inklusi
 
 
 
 
Riau Pos Group
Support by: