DAERAH
 
Depan >> Siak >>
Rekonstruksi Pembunuhan Tauke Karet
Jika Saja Beri Uang, Tak akan Dibunuh
22 Mai 2013 - 09.56 WIB > Dibaca 615 kali Print
 
Pascapenangkapan  tersangka pembunuhan tauke karet Yani (36) warga Tionghoa  Polsek Siak bersama Reskrim Polres, melakukan rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan oleh Bus alias Ujang warga Rawang Air Putih, Selasa (21/5). Seperti apa dia menghabisi nyawa touke karet itu?

Laporan Alfiadi, Siak

DENGAN gaya santai, Bus melakukan tahapan-tahapan reka ulang adegan pembunuhan hadap tauke karet Yani. Tanpa ada rasa gugup apalagi lupa, dia memperlihatkan aksinya di hadapan petugas dan juga masyarakat yang ikut menyaksikan.

Diawali dengan menelepon korban, Senin (15/4/) malam dan memberitahukan jika ia memiliki ojol (karet) sebanyak 100 Kg, dan diminta untuk menemuinya di Kantor UPTD Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak.

Namun tersangka berpesan pada korban untuk membawakan rokok gudang garam surya dua bungkus. Sampai di lokasi, tesangka memanggil korban, dan mengatakan jika ojolnya itu ada di dalam yang jaraknya  lebih kurang 700 meter.

Korban yang mengunakan sepeda motor Honda Supra membawa perlengkapan lengkap keranjang dan timbangan. Lalu antara korban dan tersangka sama-sama memasuki tempat ojol yang dijanjikan oleh tersangka.

Sampainya di sana, korban menanyakan mana ojolnya. Lantas tersangka mengatakan, ojolnya tak ada. Tersangka menipu korban. “Saya hanya minta uang kamu saja,” kata Bustami.
Mendengar alasan itu, Ani langsung mengatakan, jika korban penipu. Tak ada uang.

Tersinggung dengan ucapan korban, pelaku pun langsung melayangkan sebilah parang yang setiap hari dibawanya ke bahu sebelah kanan. Korban kala itu tak langsung tumbang, melainkan melarikan diri dan dikejar.

Kemudian tersangka menghampiri korban dan melayangkan parang kembali, sempat ditangkis korban dengan sebilah kayu. Tak ayal lagi, korban tak mampu menghadapi tersangka, dengan sabetan parangnya.

Setelah korban tumbang, pelaku mengambil uang, dan barang-barang berharga miliki korban. “Jika saja korban mau memberikan uang sedikit saja, tak saya lakukan hal itu,” katanya santai.

Kapolsek Siak Kompol Arwin WCS mengatakan, dalam reka ini terdiri dari 16 adegan, diawali pertemuan hingga pembunuhan. Tersangka setelah membunuh, balik ke kampung halamannya di Air Tiris, Kabupaten Kampar, dan tidak lama setelah itu kembali ke Siak.

Pasca-penemuan mayar korban ini, pihaknya melakukan pengembangan penyelidikan, namun sebelumnya juga telah mencari korban yang dilaporkan pihak keluarga hilang.

Tersangka katanya ditangkap Sabtu (11/5) sore, oleh petugas tanpa ada perlawanan. Bersamaan itu juga ditemukan barang bukti korban. “Kini reka adegannya sudah, tinggal dilengkapi BAP untuk dilimpahkan ke Kejari,” katanya.***
 
 
 
 
 
 
blog comments powered by Disqus  
 
 
 
 
 
Puting Beliung, Warga Rambah Utama Alami Patah Tulang
Pembangunan Jalan Poros Diminta Direalisasikan
Pelaku Penipuan Modus Pemasangan Listrik Antardaerah Ditangkap
Warga Sebut RIS-PNPM Rantau Panjang Tak Prosedural
Jalan Pahlawan Rusak, Puluhan KK Mengeluh
Kampar Pilot Project Pakan Ikan Lokal
Musim Hujan, Warga Diminta Waspadai Malaria
Penghuni Lapas Teluk Kuantan Didominasi Kasus Narkoba
Pembuatan Tanda Batas TNTN Mendesak
Ditargetkan Kecamatan Ada Sekolah Inklusi
 
 
 
 
Riau Pos Group
Support by: