Riaupos.co

Hari Ini, Pedagang Direlokasi
2018-09-07 11:10:52 WIB
 
Hari Ini, Pedagang Direlokasi
 
(RIAUPOS.CO) - Sesuai pemberitahuan yang disampaikan, Kamis (6/9) merupakan hari terakhir pedagang beraktivitas di pasar induk sementara di Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS). Hari ini, Jumat (7/9), pedagang sudah harus pindah ke tempat relokasi baru tak jauh dari tempat yang lama.

Pantauan Riau Pos, Kamis dini hari kemarin masih banyak pe­dagang yang beraktivitas di dalam terminal. Lokasi baru yang berada di balik pagar terminal masih kosong. Lahan relokasi telah diratakan. Tidak ada bangunan. Hanya hamparan lahan kosong.

Pedagang pasar induk sementara mengaku belum mengetahui jadwal pasti relokasi. Usai bertransaksi jual beli, beberapa pedagang berkumpul membahas relokasi tersebut. Baru pada pukul 08.00 WIB, mereka membubarkan diri.

“Memang sudah ada suratnya yang disampaikan ke para pedagang soal relokasi ke luar terminal. Cuma kepastiannya kapan itu yang belum jelas. Jadi ibarat ayam kehilangan induk, kami masih bingung,” ungkap Udin, pedagang di pasar induk sementara, kemarin.

“Ya ini masih bingung. Kami didata satu-satu,” tambahnya.

Pendataan itu dilakukan oleh sesama pedagang lainnya. Data itu disiapkan jika ada perwakilan pemerintah datang memintanya.

“Biar sajalah. Kami pasrah. Mau pulang saja dulu,” kata pedagang lainnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pasar, Suhardi memastikan bahwa deadline relokasi pedagang pasar induk sementara di Terminal BRPS sudah berlalu sekitar dua pekan silam. Surat edaran juga sudah diterima para pedagang.

“Sebenarnya sudah lama. Sudah sekitar dua minggu lalu. Kami minta pedagang agar segera pindah dari lokasi itu,” ujar Suhardi kepada Riau Pos, Kamis (6/9).

Karena pedagang masih bertahan, akhirnya Satpol PP Pekanbaru yang turun ke lokasi. Pedagang diminta segera berpindah ke luar terminal. Batas waktu yang diberikan paling lama pekan ini. Namun hari ini, Jumat (7/9) diminta pedagang agar mulai pinda ke lahan kosong tersebut. Para pedagang dikatakan Suhardi telah sepakat. Asalkan lokasi yang baru itu mereka diberikan fasilitas yang memadai. Minimal lahannya cukup luas bisa menampung keluar masuk truk bertonase itu.




“Jadi sebagian pedagang sudah setuju. Beberapa pedagang ada yang kurang sepakat. Tetapi tetap diminta pindah. Satpol PP yang turun kalau pedagang tidak mau pindah misalnya,” katanya.

Lokasi itu juga dijadikan aktivitas bongkar muat. Didominasi hasil pertanian. Seperti lobak, wortel, tomat, cabai dan sayur mayur lainnya. Suhardi mengatakan pasokan sayu mayur itu untuk didistribusikan ke pasar tradisional. “Sebagian dibeli langsung di tempat. Sebagian didistribusikan ke Pelalawan, Siak, Perawang dan Kampar. Pasakon berasal dari Sumatera Barat, Medan dan pulau Jawa,” katanya.

Ia mengatakan bahwa rencana relokasi tersebut direalisasikan karena rencana awal lokasi di terminal akan dibangun gedung pengujian kendaraan bermotor (PKB). Namun pembangunannya batal tahun ini. “Meski batal pembangunan gedung uji kir itu, tetapi relokasi tetap dilanjutkan,” tuturnya.

Sebelumnya, 138 dari sekitar 150 pedagang di pasar induk sementara Terminal BRPS mendatangi DPRD Pekanbaru, Kamis (23/8) untuk menyampaikan penolakan mereka terhadap rencana Pemko Pekanbaru merelokasi mereka. Mereka meminta agar pembangunan pasar induk di Jalan Soekarno-Hatta digesa sehingga mereka bisa langsung pindah ke pasar sebenarnya.

Ke-138 pedagang ini membubuhkan tanda tangan sebagai bukti menolak. Pedagang juga menilai tempat relokasi yang baru tidak nyaman bagi pedagang.

“Kami tidak ada disertakan dalam kebijakan ini. Tiba-tiba saja langsung diminta pindah. Jelas kami  keberatan. Soalnya janji dahulu, pindah di pasar induk jika sudah selesai. Sementara pasar induk belum jelas selesainya kapan,” kata perwakilan pedagang Limson usai menjumpai Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Jhon Romi Sinaga saat itu.

Jhon Romi Sinaga mengatakan tidak setuju dengan rencana pemko tersebut. Menurut politisi PDI Perjuangan ini, pemko seharusnya tetap memberikan izin kepada pedagang untuk tetap berjualan di tempat saat ini sampai proses pembangunan gedung PKB dimulai dan pasar induk jelas statusnya.

“Pasar induk belum selesai kan? Gedung PKB pun belum dibangun tahun ini karena alasan anggaran. Maka pastikan betul lokasi yang kondusif untuk pedagang pindah,” ujarnya.(yls)


Laporan JOKO SUSILO, Kota





 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=188869&kat=1

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi