Riaupos.co

Banyak Permasalahan yang Terjadi Di UPT-LK
2018-09-09 21:02:15 WIB
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Keberadaan Balai Pelatihan Tenaga Kerja  Provinsi Riau ( BPTK ) yang saat ini telah di rubah namanya menjadi Unit Pelaksana Teknis Latihan Kerja  (UPT-LK)  Provinsi Riau adalah Unit Pelatihan Tekhnis yang berada dibawah Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Propinsi Riau.

Dengan harapan bisa menjawab tantangan dimasa mendatang dan dewasa ini adalah bagaimana menciptakan, membina dan memberdayakan tenaga kerja yang begitu banyak untuk menangani pertumbuhan industri di Riau yang sangat cepat maka Unit Pelaksana Teknis Latihan Kerja merupakan salah satu lembaga pendidikan dan pelatihan untuk mempersiapkan hal tersebut.

Ternyata hal tersebut hanya hisapan jempol saja. Menggunakan dan menghabiskan anggaran Negara dan Daerah yang tidak sedikit itu dianggap sia-sia. Buktinya, Unit Pelaksana Teknis Latihan Kerja (UPT-LK) Wilayah I Riau, Pekanbaru dalam memberikan pelatihan kerja bagi masyarakat umum yang belum bekerja diberikan keterampilan atau keahlian dengan menggukan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Riau dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) hingga Miliyaran Rupiah hanya dilepas begitu saja, tampa adanya kerjasama pihak UPT-LK dengan industri.

Seperti jurusan Otomotif yang terdapat di UPT-LK Riau. Tidak adanya kerjasama dengan pihak industri apalagi penempatan siswa magang, ditambah lagi dengan cepatnya kemajuan teknologi yang semakin canggih. Sementara alat praktek (sepeda motor dan mobil) yang digunakan di UPT-LK Riau masih standar, sedangkan di dunia industri sudah semakin maju dan canggih.

Ditambah lagi dengan permaslahan yang terjadi di UPT-LK Wilayah I soal instruktur yang akan memasuki masa pensiun. Dan tenaga honorer yang sudah bekerja menjadi asisten Intruktur selama sepuluh tahun lebih tetapi hingga kini tidak juga diangkat menjadi PNS atau Instruktur di UPT-LK.
"Jika Instruktur pensiun dalam waktu yang tidak lama lagi nantinya siapa yang akan menggantikannya. Tentu orang yang harus ahli dalam bidangnya. Sementara kami tidak bisa menjadi Instruktur karena masih tenaga honorer,"ujar Asisten Instruktur Otomotif, Joko.


Kepala Jurusan Otomotif UPT-LK Wilayah I, H. Erison Iswandi, ST, MT kepada Riau Pos, Kamis (6/09) lalu mengatakan, alat praktek (sepeda motor dan mobil) yang digunakan di UPT-LK Riau masih standar, sedangkan di dunia industri/perusahaan sudah semakin maju dan canggih. "Kami mengajar dengan alat yang standar aja, seperti yang dilihat saat ini. Dan tidak adanya kerjasama dengan pihak industri,"ujarnya.

H. Bakhrum, ST,MT yang saat ini ditunjuk sebagai kepala UPT-LK Wilayah I seperti tidak bisa berbuat apa-apa dan bahkan seperti tidak mau tau. Hal tersebut, terbukti dari apa yang dikatakannya ketika dimintai komentarnya beberapa waktu lalu. "Kita hanya melakukan pelatihan saja. Kalau untuk penempatan kerja itu bukan urusan kami di UPT-LK,"ujarnya beberapa waktu lalu.

Hal tersebut membuat Wakil Ketua MPR Dr. Hidayat Nur Wahid saat kunjungan kerjanya ke UPT-LK Wilayah I Jalan terubuk Pekanbaru mengatakan, sangat aneh. "Masak orang setelah diberikan pelatihan dilepas begitu saja. Ini sangat aneh. Sementara UPT-LK dibuat untuk menjawab tantangan dan peluang yang ada,"ujarnya. (dof)



 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=188938&kat=1

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi