Riaupos.co

Kejahatan Karhutla Jerat 26 Tersangka
2018-09-12 11:30:53 WIB
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kejahatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau, telah menjerat 26 tersangka. Para tersangka tersebut, dari 21 kasus yang ditangani oleh jajaran Polda Riau sepanjang 2018.

Polres yang paling banyak menjerat tersangka kejahatan karhutla ini, yakni di Rohil. Di mana, Polres Rohil telah menetapkan tujuh tersangka. Kemudian, tiga tersangka di Dumai, dua di Rohul, dan satu orang masing-masing di Polres Pelalawan dan Siak.

“Semuanya adalah perorangan, tidak ada koorporasi,” kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, Selasa (11/9) di Pekanbaru.

Dari 26 tersangka yang ditetapkan, 12 di antaranya sudah diserahkan ke kejaksaan atau tahap II. Yakni di Dumai dan Rohil masing-masing tiga orang, Bengkalis dua orang, Inhil, Pelalawan, Rohul dan Kampar, masing-masing satu orang tersangka yang sudah tahap II.

Dijelaskannya, kasus yang paling banyak ditangani ada di Polres Rohil dan Polres Dumai, yakni masing-masing dua kasus. Selanjutnya di Polres Pelalawan, Bengkalis, Rokan Hulu, masing-masing menangani dua kasus.

Kemudian di Polres Inhil, Siak dan Kampar, masing-masing menangani satu kasus. Sementara di Polres Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi dan Pekanbaru, nihil.       
   
“Begitu juga dengan Ditreskrimsus Polda Riau, tidak ada kasus karhutla yang ditangani dalam tahun ini,” ujar Sunarto.
   

Kasus ini kata Sunarto, ada yang dalam proses penyidikan, dan ada pula tersangka dan barang buktinya telah dilimpah ke kejaksaan (tahap II). Untuk penyidikan, ada 11 kasus. Yakni, lima kasus di Rohil, tiga di Dumai, dan masing-masing satu kasus di Siak, Pelalawan, dan Rohul.

Kemudian lanjut Sunarto, yang sudah proses tahap II ada 10 kasus. Yakni tiga kasus di Dumai, dua di Bengkalis, dan satu kasus masing-masing di Inhil, Pelalawan, Rohul, Kampar, dan Rohil.   

“Total luas lahan terbakar yang diproses hukum ini, ada 120 hektare,” ujar Sunarto.

Dia mengimbau, baik itu masyarakat maupun koorporasi, untuk tidak membakar lahan. Pihaknya tidak akan segan-segan menindak para pelaku pembakar lahan. “Kita tindak tegas, sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.
    
Berbeda pula dengan kebijakan yang diambil oleh Komandan Korem (Danrem) 031/WB Brigjen TNI Sonny Aprianto SE MM, beberapa waktu lalu. Dirinya menyebut, jika seseorang tertangkap tangan membakar lahan, maka akan ditembak di tempat.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda. Saya sebagai Komandan Satgas Karhutla menyatakan, apabila kedapatan membakar lahan, maka langsung tembak di tempat,” katanya pada pertengahan Agustus lalu.

Dia tak akan memberi ampun lagi bagi pembakar lahan. Sebab kata Sonny, imbauan-imbauan agar tak membakar lahan sudah sering disampaikan. “Sebelumnya kita sudah imbau, sudah edukasi, tapi tetap dilakukan (pembakaran lahan dengan sengaja),” ujar dia.

Terkait dengan langkah tegas yang diambilnya ini kata Sonny, pihaknya sudah terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Polda Riau. Karena katanya, dalam Satgas Karhutla, terdiri dari TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni.
   
Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, sejak Januari hingga akhir Agustus 2018, sudah ada 4.823,46 hektare lahan yang terbakar. Paling luas terbakar masih berada di Rokan Hilir. Di Rokan Hilir sudah ada 1.905,35 hektare lahan yang terbakar.
  
Menyusul setelah itu Kepulauan Meranti dengan luasan terkabar 943,31 hektare. Di posisi ketiga, ada Bengkalis dengan luas lahan terbakar 561,95 hektare. Selanjutnya Dumai 512,25 hektare, Inhu 291 hektare, Siak 155,75  hektare, Pelalawan 134 hektare, Kampar 129,25 hektare, Rohul 95,5 hektare, Pekanbaru 52,6 hektare, dan Inhil 45,5 hektare. Sedangkan Kuansing nihil.

“Kita terus melakukan antisipasi dan upaya pemadaman jika kebakaran lahan di Riau. Untuk pemadaman, ada satgas udara dan satgas darat yang siap turun tangan,” kata Edwar Sanger.

Edwar mengakui, potensi terjadinya karhutla di Riau, masih tinggi. Terutama di wilayah pesisir Riau, yang pada umumnya kawasan gambut. Ditambah lagi, saat ini curah hujan masih rendah. Riau juga masih berada di musim kemarau.(dal)



 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=189046&kat=16

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi