Riaupos.co

sudah paling tepat untuk si bayi.
Mencampur ASI dengan Susu Formula Berisiko pada Ginjal Bayi
2017-06-19 13:47:39 WIB
 
Mencampur ASI dengan Susu  Formula Berisiko pada Ginjal Bayi
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Apakah Anda sedang berencana untuk menambahkan susu formula pada ASI? Bila iya, sebaiknya jangan Anda teruskan rencana tersebut. Mungkin, maksud Anda melakukan hal tersebut agar kualitas dan gizi susu untuk si bayi akan semakin tinggi. Faktanya tidak!

Air susu ibu (ASI) sudah paling tepat untuk si bayi. Kandungan gizi yang dikandung ASI sudah didisain sedemikian rupa, sehingga ASI bisa dipastikan sebagai makanan bayi sampai 6 bulan pertama kelahirannya. Kekhawatiran mengenai kurangnya gizi bila hanya memberikan ASI, tidak beralasan sama sekali.

Yang cukup membahayakan lainnya adalah bila Anda tetap nekad mencampur ASI dengan susu formula. Dilansir dari Baby Center, Konsultan Laktasi Jan Barger menjelaskan, dengan mencampurkan dua jenis susu itu dapat mengubah komposisi ASI.

Tak hanya itu, kandungan mikronutrien yang terkandung di dalam susu formula bisa membahayakan si bayi. Sebab, pada beberapa bayi yang ginjalnya belum kuat akan sangat berbahaya.

Dia juga menjelaskan untuk jangan pernah sekali-sekali mencampurkan apapun pada susu formula, kecuali air panas. Namun, yang perlu diperhatikan adalah ASI merupakan makanan bayi yang paling tepat. Pemberian susu formula sebaiknya dimulai pada bayi berusia tujuh bulan, seiring dengan sudah diperbolehkannya bayi mendapatkan makanan pendamping ASI.

Tetapi, pada kasus bayi yang tidak bisa mengonsumsi ASI, penentuan susu fomula yang paling cocok untuk si bayi menjadi hal yang cukup penting. Sebab, bila Anda salah memilih susu formula, maka kesehatan bayi menjadi taruhannya.(int/eca)

 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=154610&kat=18

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi