Riaupos.co

Bahas Vaksin, Komisi IV Gelar RDP Bersama Diskes
2018-08-08 18:00:05 WIB
 
Bahas Vaksin, Komisi IV Gelar RDP Bersama Diskes
 
TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Terkait pro dan kontranya pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR), Komisi IV DPRD Indragiri Hilir (Inhil) menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, Senin (6/8) petang.


Dari hasil kesepakatan dalam RDP tersebut, imunisasi akan terus berlanjut bagi pemeluk keyakinan non-muslim. Sedangkan penundaan dilakukan terhadap anak-anak pemeluk agama Islam, sambil menunggu diterbitkannya sertifikasi halal dari MUI.


Kesepakatan itu diambil karena simpang-siurnya kandungan yang ada dalam vaksin. Termasuk belum adanya fatwa halal dari pihak berwenang. Oleh karena itu sebagaian kalangan khawatir dengan pemberian vaksin terhadap anak.


Dalam RDP yang dipimpin Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil Herwanisitas, dan dihadiri para anggota dan instansi terkait maka diperoleh kesimpulan bahwa imunisasi MR ditunda terhadap anak yang beragama muslim, namun tidak untuk anak yang non-muslim.


‘’Esensi dari permasalahan ini adalah kehalalan yang terkandung dalam vaksin. Untuk sementara kita tunda dulu bagi yang masyarakat muslim,” tegas Sitas, sapaan akrab Herwanisitas.


Penundaan pemberian vaksin MR bagi anak-anak muslim, dikatakan Herwanisitas, tidak serta merta menghentikan kampanye imunisasi MR sebagai bagian dari sosialisasi oleh pihak pemerintah.


Terkait isu adanya dampak negatif terhadap tubuh anak yang mendapat vaksin, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil Zainal Arifin dengan tegas menampik isu yang beredar tersebut. Dia menyimpulkan itu adalah informasi yang tidak benar.


‘’Sampai hari ini kami tidak pernah menerima laporan tentang adanya anak meninggal dan lainnya akibat imunisasi itu,” bantahnya.


Walau demikian, Zainal Arifin meminta kepada orang tua anak yang telah divaksin MR untuk segera melaporkan, jika memang ada keluhan-keluhan terhadap anak. Karena hal itu akan menjadi evaluasi pemerintah.


Dokter spesialis anak, Nur Robbiyah yang turut hadir dalam rapat menyebutkan, imunisasi begitu penting dilakukan. Mengingat pemberian vaksin akan berpengaruh positif terhadap sistem imun atau kekebalan tubuh anak.


‘’Demi mencegah penularan virus tersebut, maka diperlukan pemberian vaksin yang mampu memperkuat daya tahan tubuh anak sehingga ketika ada virus yang menyerang suatu daerah tidak menjadi sebuah wabah,” tegasnya.


Terkait asal usul vaksin MR, dr Nur Robbiyah mengungkapkan, bahwa vaksin MR diambil dan dibiakkan di embrio ayam. Sebelum menciptakan anti virus atau vaksin MR, virus campak dan rubella yang merupakan makhluk hidup dibiakkan di embrio ayam sebagai media.(ind)

 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=187686&kat=18

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi