Riaupos.co

SETELAH VAKUM 16 BULAN
Novel Baswedan Kembali Bertugas, Ketua KPK Pastikan Tak Ada Mutasi
2018-07-27 19:30:07 WIB
 
Novel Baswedan Kembali Bertugas, Ketua KPK Pastikan Tak Ada Mutasi
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Setelah vakum selama 16 bulan, penyidik senior KPK Novel Baswedan akhirnya kembali bekerja di lembaga pimpinan Agus Rahardjo tersebut.

Novel sendiri vakum karena menjalani pengobatan mata akibat mengalami penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017 silam. Adapun acara penyambutan Novel pun dilakukan secara besar-besaran.

Semua pegawai KPK turut hadir dalam acara yang digelar di lobi Gedung lembaga antirasuah. Acara pun dihadiri dua pimpinan KPK, yaitu Agus Rahardjo dan Saut Situmorang.

Tampak hadir juga dalam acara itu dua mantan pimpinan KPK, yaitu Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. Kemudian, juga hadir Ketua Pemuda Muhammadiyah yang sering mendampingi Novel, yaitu Dahnil Anzar Simanjuntak dan sejumlah pegiat antikorupsi.

Ketua KPK Agus Rahardjo dalam sambutannya memberikan sambutan sekaligus memastikan bahwa Novel Baswedan akan tetap bekerja sebagai penyidik KPK.

“Selamat datang Novel. Anda adalah warga kami, insan KPK. Oleh karena itu, kami akan terima sepenuh hati. Tetap bertugas seperti semula dan tidak ada mutasi,” katanya dalam sambutannya di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (27/7/2018).

Dia menyebut, selama Novel pergi menjalani pengobatan setelah disiram air keras, KPK melakukan pengangkatan pegawai. Karena itu, dia berharap dengan hadirnya Novel, akan memberikan semangat baru bagi seluruh pegawai KPK.

“Dengan adanya Novel lagi bertugas di penyidikan, mudah-mudahan memberikan semangat baru, inspirasi, memberikan juga teladan yang sangat baik untuk kita maju dan berkembang,” jelasnya.

Agus pun menegaskan bahwa dirinya akan menanyakan kepada pemerintah terkait penyelesaian kasus Novel Baswedan. Di samping itu, KPK pun akan menanyakan bagaimana pengobatan Novel selanjutnya.

“Kami usahakan sebaik-baiknya untuk mendapatkan fasilitas (kesehatan) yang baik. Insya Allah, walaupun tidak sembuh 100 persen, tapi bisa mencapai sebaik-baiknya yang bisa dicapai oleh ilmu kedokteran,” tuntasnya. (ipp)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama




 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=187201&kat=2

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi