Riaupos.co

Luna Maya dan Cut Tari Tetap Tersangka
2018-08-08 11:12:18 WIB
 
Luna Maya dan Cut Tari Tetap Tersangka
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kasus video porno yang melibatkan Ariel NOAH, Luna Maya, dan Cut Tari kembali mencuat. Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) mengajukan praperadilan kasus tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Isi dari praperadilan yang diajukan pada awal Juni lalu itu adalah meminta kepada Kapolri  untuk mencabut status tersangka Luna dan Tari serta menghentikan penyidikan. Kasus pun dinilai sudah kedaluwarsa karena berlangsung 8 tahun lalu.

Selasa (7/8), hakim Florensani Susana membacakan putusan terkait praperadilan itu. Hasilnya, praperadilan yang diajukan oleh LP3HI ditolak. Hakim mengatakan bahwa Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tidak berwenang mengabulkan permohonan praperadilan atas status Cut Tari dan Luna Maya.

”Perkara ini bukan objek praperadilan, dan selanjutnya permohonan ini dinyatakan tidak dapat diterima,” paparnya. Dengan demikian, Luna dan Tari tetap berstatus sebagai tersangka kasus video porno yang beredar pada 2010. Pihak penyidik belum menghentikan proses penyidikan terkait kasus itu.

Wakil ketua LP3HI Kurniawan Adi Nugroho mengungkapkan, pengajuan praperadilan terkait kasus video porno itu adalah atas inisiatif pihaknya.  ”Sama sekali nggak ada komunikasi ke pihak manajemen Luna dan Tari maupun kuasa hukumnya,” ujar Kurniawan saat ditemui di PN Jakarta Selatan, kemarin siang.

Kini, setelah gugatan praperadilan itu ditolak, bagaimana respons LP3HI? Kurniawan menuturkan, mau tidak mau penyidik harus segera melimpahkan berkas perkara ke kejaksaan untuk segera disidangkan. Pe­ngadilan yang akan memutuskan. ”Kalau memang tak cukup bukti ya hentikan aja. Jangan menggantung status orang sebagai tersangka selama 8 tahun, itu nggak fair,” papar Kurniawan seusai pembacaan putusan. 

”Silakan untuk Cut Tari dan Luna, kami sudah membuka pintu. Silakan mengajukan argumentasi hukum terkait hal ini,” lanjutnya.

Adi menambahkan bahwa dia menyerahkan kepada pihak Luna atau Tari untuk menentukan tindakan hukum selanjutnya.  ”Jika mereka keberatan atau lebih nyaman dengan status tersangka, ya silakan. Seseorang bisa dicekal, ditahan, disita, atau segala macam jika berstatus sebagai tersangka,” tambah Kurniawan.

Jika dalam enam bulan ke depan tidak ada penyidikan lebih lanjut, pihaknya berencana mengajukan gugatan praperadilan kembali.

Terkait hal itu, pihak Luna masih enggan berkomentar apapun. Saat dihubungi Jawa Pos (JPG) kemarin siang, Dhea, asisten Luna, menolak untuk memberikan statement terkait permohonan praperadilan kasus video porno Luna. “Mohon maaf, saya tidak terbuka untuk pertanyaan semacam itu,” ujar Dhea.

Luna sendiri selalu menolak berkomentar jika ada yang menanyakan seputar kasus video pornonya. Pada 2015, ketika sebuah tabloid merilis edisi dengan fotonya dan Tari yang bertuliskan ”Reuni Artis Pelaku Video Mesum”, Luna memberikan tanggapan sinis. Lewat akun Twitter-nya, mantan bintang iklan sabun mandi itu menulis bahwa siapapun yang menulis headline dan berita di tabloid itu, orangnya sangat berpendidikan. Tentu kalimat itu dimaksudkan untuk menyindir judul yang ada di sampul tabloid.

Ditolaknya permohonan praperadilan ini sebenarnya bisa berdampak pada dua hal. Di satu sisi, baik Luna maupun Tari bisa mendapat kejelasan hukum terkait status tersangka mereka yang dibiarkan menggantung selama 8 tahun.(len/nor/jpg)



 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=187694&kat=2

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi