Riaupos.co

Komunitas Parkour Freerun Flow It
Silaturahmi dengan Aksi Kekinian
2018-04-29 09:15:38 WIB
 
Silaturahmi dengan Aksi Kekinian
 
(RIAUPOS.CO) - GENERASI zaman now mungkin menjadi cerminan generasi yang kekinian. Begitu juga dengan hal-hal positif yang kerap dilakukan dengan berbagai aktivitas. Seperti yang diterapkan Komunitas Parkour Freerun Flow It yang mulai mengembangkan aksi kekinian di Kota Pekanbaru.  

Parkour adalah aktivitas yang bertujuan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya dengan efisien dan cepat. Aksi ini menggunakan prinsip kemampuan fisik seseorang melintasi rintangan, yang bisa berupa apa saja di sekitar lingkungan.

Untuk aksi kekinian parkour sudah ada di Pekanbaru sejak tahun 2007. Seiring perkembangan parkour Pekanbaru  membentuk Parkour Freerun Flow It Pekanbaru pada tanggal 24 februari 2012 lalu. Saat ini masih menjadi satu-satunya komunitas parkour di Pekanbaru .

Ketua Parkour Freerun Flow It Pekanbaru Dhani Kadir mengatakan, komunitasnya sudah banyak mengikuti berbagai iven di Pekanbaru. Bahkan pada iven nasional 2014 lalu, Pekanbaru dipercaya menjadi tuan rumah jamming regional seriau. Selanjutnya pada tahun 2015 menjadi tuan rumah jamming regional Sumatera.

Tidak hanya itu pada tahun 2016 Pekanbaru juga menjadi tuan rumah jamming nasional parkour Indonesia. Dalam kegiatannya, parkour sendiri tidak ada kompetisi, dikarenakan itu  hanya mengadakan iven jamming bersama regional dan nasional untuk sharing sesama komunitas parkour.

‘’Karena kita sering ikut iven-iven nasional dan untuk gabung tidak dipungut biaya dan kita bukan sekadar komunitas yang ngumpul pada saat latihan saja. Jadi udah seperti keluarga kedua itu yang buat komunitas kita bertahan sejauh ini,’’ tuturnya.


Selain itu tambahnya, Parkour Freerun Flow It juga dikenal aktif di media sosial. Ini terlihat dengan sering share video latihan. Sehingga banyak berminat gabung untuk ikut latihan bareng. ‘’Iven tersebut mengusung tema JOM Pekanbaru di mana arti jom dalam bahasa Melayu itu adalah sebuah kata ajakan, dan juga singkatan yang kita buat Jamming On Melayu.



‘’Ya bedanya kalau komunitas lain banyak ngadain lomba-lomba kompetisi, nah kita gak ada kompetisi di parkour. Karena parkour lebih untuk gaya hidup sih. Untuk ke depannya, harapannya kami ingin pemerintah berperan aktif untuk komunitas-komunitas positif seperti kita. Misalnya dengan menyediakan wadah tempat bermain untuk kita. Di Jawa sudah ada parkour park yang dibangun pemerintah, tujuannya agar kita bisa fokus pada satu tempat dan bisa mengajak generasi muda mengisi waktu dengan hal-hal positif yang kekinian,’’ imbuhnya lagi.(s/rio)




 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=181503&kat=23

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi