Riaupos.co

Berumur 100 Tahun Lebih
Lestarikan Rumah Melayu
2018-07-18 08:37:13 WIB
 
Lestarikan Rumah Melayu
 
(RIAUPOS.CO) - Bentuknya tak lagi sempurna, setiap sudut bangunannya sudah terlihat rapuh dan reot, begitu juga atapnya memang sudah perlu peremajaan. Begitulah kondisi salah satu rumah tua yang masih tersisa di Kota Pekanbaru  yang diperkirakan sudah berumur 100 tahun. Rumah Melayu yang terbuat dari kayu, alias papan, sampai kini masih dihuni oleh pemilik dari keturunannya, dan masih terjaga keasliannya.

Dengan kondisi ini, Ketua LAM Pekanbaru Yose Saputra yang bergelar datuk ini, bersama rombongan menyempatkan diri untuk mengunjungi bangunan antik dan bersejarah ini. Ia pun minta supaya ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Pekanbaru untuk tetap menjaga dengan dianggarkan di APBD Kota Pekanbaru, supaya nilai sejarah yang dihadirkan dari bangunan tua ini tetap menjadi sejarah kemelayuan di Provinsi Riau dan khususnya Kota Pekanbaru.

Disebutkan Yose yang juga anggota DPRD Pekanbaru ini, bangunan tua yang masih menunjukkan keasliannya ini masuk ke dalam cagar budaya Riau, dan juga sudah menjadi perhatian berbagai kalangan untuk dapat tetap terjaga nilai sejarahnya. Bangunan ini beralamat di Jalan Tanjung Batu, Nomor 83, Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru.

Menurut politisi partai Golkar ini, Selasa (17/7), usai kunjungan mengatakan, agenda kunjungan ini sudah lama diagendakan Lembaga Adat Melayu (LAM) Pekanbaru namun baru terealisasi. Agenda ini juga merupakan salah satu program kerja LAM Pekanbaru, tentunya dalam menjaga dan melestari kan sejarah Melayu yang ada di Kota Pekanbaru.

"Dari hasil kunjungan itu, kami melihatnya sangat miris. Tidak terawat dengan baik, padahal mempunyai nilai sejarah tinggi dan perkembangan Kota Pekanbaru hingga masuk ke masa modern ini," ujar Yose.


Keprihatinan  dan rasa ingin  tetap menjaga baik bangunan yang sudah berumur 100 tahun ini pun muncul, dan berharap pemko dan juga pemprov menjadikan ini sebagai perhatian khusus. "Kondisinya sudah lapuk, reot dan tidak layak dihuni," kata Yose.

Dari penuturan Yose, saat ini bangunan bersejarah ini masih dihuni oleh ahli waris keluarga Ridwan Thahir. Kepada LAM, Faridah, salah seorang ahli waris meminta kepada pemerintah agar rumah tersebut direnovasi. Sebab, jika tidak bisa rubuh.

"Kami sudah akomodir keluhan penghuni rumah. Kesimpulannya, harus dibantu segera. Karena rumah ini asli rumah adat Melayu Pekanbaru," papar Yose lagi.

Diterangkannya, untuk pelestariannya, pemko sudah mengusulkan adanya Ranperda Pelestarian Cagar Budaya pada Prolegda Pekanbaru 2018 ini. Karena itu, LAM mendesak Baleg DPRD untuk merampungkan pembahasannya tahun ini. Sehingga pada 2019 nanti, perdanya bisa diterapkan.

Ditegaskan Yose juga, tentunya apapun yang berkaitan dengan persoalan cagar budaya Melayu bisa dianggarkan di APBD Pekanbaru. Untuk sementara, rumah adat Melayu ini sudah mendapat perhatian dari Dinas Pariwisata Provinsi Riau.

Kata Yose, rencananya, LAM Pekanbaru bersama Dinas Pariwisata Riau akan mengunjungi rumah tersebut, Rabu (18/7) ini. "Tentu harapan kita kondisi ini segera ada solusi," harapnya.




Lebih lanjut Yose juga meminta jelang disahkannya Perda Cagar Budaya, Pemko Pekanbaru melalui Dinas Pariwisata, bisa menganggarkan biaya renovasi rumah tersebut. Jika perlu, pada APBD-P 2018 bisa dianggarkan, meski tidak bisa banyak.

Karena kalau untuk anggaran penuhnya, disebutkan Yose, bisa di APBD murni 2019. Sehingga bisa komprehensif renovasi rumah tersebut.

"Makanya, dari sekarang LAM terus mengingatkan pemerintah, agar cagar budaya yang ada di kota ini dilestarikan. Karena hal ini menjadi identitas Kota Pekanbaru, yang merupakan Ibu Kota Provinsi Riau," tuturnya.

Setelah ini, kata Yose, pihaknya juga akan melakukan inventarisasi cagar budaya yang ada di Kota Pekanbaru, dan jika perlu nanti LAM akan mendaftar kan agar masuk ke dalam cagar budaya nasional sebagai bentuk proses perubahan zaman dilihat dari bentuk bangunannya.

"Semoga langkah kami mengunjungi cagar budaya ini menjadi awal dari kepedulian semua pihak untuk sama-sama bisa menjaga dan melestarikannya," tutupnya.(ade)


Laporan AGUSTIAR, Kota




 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=186482&kat=24

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi