Riaupos.co

Pesta Sungai Bokor
Spirit Lokal dari Ceruk Kampung
2018-08-05 15:01:51 WIB
 
Spirit Lokal dari Ceruk Kampung
 
Tak ada lomba lari di atas tual sagu yang pernah booming itu. Tak ada lomba golek sagu, dan permainan rakyat Melayu seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, hanya ada persembahan seni dari beberapa komunitas. Pelaksanaan Pesta Sungai Bokor Ke-8, tepatnya, 29 Juli lalu menjadi tanda bahwa sesuatu yang dimulai dari bawah, tidak akan goyah dan terhenti begitu saja meski pelik adanya.
---------------------------------------------------------------------------------

(RIAUPOS.CO) - PESTA Sungai Bokor telah pula ditetapkan sebagai salah satu event wisata budaya unggulan di Riau. Sejak dimulai 2010, helat yang digagas Sanggar Bathin Galang, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti ini terus berjalan. Ada atau tidaknya dana, mereka (masyarakat Bokor) tak patah arang. Mereka sudah terbiasa dengan situasi dan kondisi tersebut. Bagi mereka, helat itu harus dipertahankan sebagai upaya mengekalkan eksistensi masyarakat kampung pada budayanya sendiri.

"Tahun ini kami tetap gelar Pesta Sungai Bokor dengan sangat sederhana sekali. Kami percaya, masih banyak pihak, di luar masyarakat kami yang peduli. Dan ini terbukti, beberapa pihak membantu kami sesuai bidangnya. Alhamdulillah, dan kami ucap syukur serta terimakasih tak terhingga untuk bantuannya," ulas ketua Sanggar Bathin Galang, Sopandi SSos.

Sebagai penggagas berbagai perhelatan seni budaya, salah satunya Pesta Sungai Bokor, Sopandi mampu memompa spirit komunitas dan masyarakat untuk terus berbuat dan berkarya. Setelah berlangsung selama delapan tahun berturut-turut, tidak sedikit komunitas seni yang hadir, baik lokal, nasional, bahkan internasional tampil di kampung bersejarah itu. Ribuan wisatawan juga telah menginjakkan kakinya di sana, dan menikmati suguhan alam, hasil hutan, durian, manggis, rambutan dan lainnya. Telah mencicipi masakan khas Melayu, warga Bokor yang sangat ramah pada pendatang.

Selain itu, wisatawan maupun komunitas seni yang pernah menginap di sana, juga bersukaria karena berbaur langsung dengan pemilik rumah yang dijadikan sebagai homestay. Banyak cerita dan kisah menyenangkan dituturkan siapa saja yang pernah ke sana.

"Kami ingin agenda budaya ini terhenti karena tak punya dana memadai. Kami berupaya maksimal agar apa yang kami citakan wujud sepanjang waktu," ulas Sopandi.

Bangun Kampung

Helat Pesta Sungai Bokor tahun ini diberi tema, "Mari Bergerak Membangun Desa". Sebuah keinginan kolektif yang tumbuh dan berkembang sejak lama. Ribuan orang hadir ke lokasi acara, di salah satu area kampung itu. Masing-masing orang, dari berbagai kecamatan, kelurahan, kampung-kampung sekitarnya menjadi saksi atas peristiwa tersebut.





Laporan FEDLI AZIS, Pekanbaru
Komunitas yang ikut memeriahkan helat itu antara lain Sanggar Lancang Kuning asal Belitung Kecamatan Merbau, Kantong Plastik dari Selatpanjang, dan Catur Band dari Kampung Bokor sendiri. Apresiasi tinggi ditunjukkan masyarakat, tua maupun muda pada suguhan yang mereka tawarkan.

“Kepuasan yang kami rasakan sama saja seperti saat helat ini dapat support dari berbagai pihak, termasuk pemerintah. Kami gembira melihat masyarakat bahagia karena agenda tahunan ini. Pokoknya, kami akan terus berbuat dan berkarya untuk mengembangkan kampung” ulas Sopandi.

Sopandi dan kawan-kawan di Sanggar Bathin Galang yakin, “ada niat ada jalan”. Hal itu terbukti dan semua pasilitas dapat diadakan saat acara berlangsung. “Memang kondisi serupa ini kerap kami alami dan kami tak mau hanya berpangku tangan, atau mengharapkan belas kasih orang untuk bangkit dan berkembang,” katanya.

Pesta Buah

Selama acara berlangsung tak kurang dari 5000 orang yang hadir ke kampung itu. Selain menikmati suguhan seni, mereka juga dapat menikmati hasil kebun seperti durian, manggis, dan rambutan. Buah-buahan itu memang menjadi ciri khas khusus pelaksanaan Pesta Sungai Bokor setiap tahunnya.





Salah seorang musisi yang beberapa kali tampil di ceruk kampung Kabupaten Kepulauan Meranti itu, Iwan Landel mengatakan, menjadi bagian dari acara di Bokor sangat mengesankan. Diakuinya, masyarakat kampung sangat ramah, suka menjamu pendatang, dan mengajak bercengkrama.

Iwan Landel yang juga dedengkot komunitas Punca Sebunyi itu, mengaku terkesan pada pesta buah selama ikut acara, terutama durian. “Pergilah ke Bokor dan rasakan sensasinya. Menikmati alam, hutan mangrove, menyusuri sungai, menunggu durian jatuh, dan lainnya akan membuat kita betah berlama-lama di sana,” ujar Iwan Landel.

Lebih jauh Sopandi menambahkan, semoga saja, tahun depan Pesta Sungai Bokor bisa dianggarkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti maupun di Provinsi Riau dengan sajian terbaik, lebih lagi untuk peningkatan kapasitas event ini.***






 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=187532&kat=24

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi