Riaupos.co

Harimau Mengancam di Inhu
2018-06-03 12:24:10 WIB
 
Harimau Mengancam di Inhu
 
(RIAUPOS.CO) - Belum lama ini, harimau bonita yang telah menewaskan dua warga di Kecamatan Pelangiran, Indragiri Hilir (Inhil), ditangkap. Kini, harimau kembali menjadi ancaman warga di Indragiri Hulu (Inhu).

Ancaman itu terbukti dengan ditemukannya jejak-jejak kaki si raja rimba di areal perkebunan sawit PT Seko Indah, Desa Lembah Dusun Gading, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu.

Untuk melacak keberadaan harimau ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, memasang dua kamera pemantau.

“Kita pasang kamera dua unit untuk memantau harimau tersebut,” kata Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau Mulyo Hutomo, Jumat (1/6) di Pekanbaru.

Dia mengatakan, kedua kamera pengintai tersebut dipasang di lokasi temuan jejak-jejak harimau. Diduga, jejak telapak kaki tersebut menunjukkan bahwa harimau itu sudah dewasa. Kamera pengintai itu katanya, akan digunakan untuk merekam langsung fisik harimau tersebut.

Sebab, sejauh ini tim di lapangan belum melihat secara langsung fisik harimau itu. “Dari kamera pengintai juga nanti diketahui apakah kemunculan itu terus-terusan, atau hanya numpang lewat cari makan saja. Kalau terus-terusan berarti kita baru ambil langkah-langkah selanjutnya,” tuturnya.



Katanya, kemunculan harimau yang mulai dilaporkan masyarakat sejak awal pekan ini, dan kemudian dikonfirmasi melalui temuan jejak-jejak harimau itu bisa jadi karena harimau sedang mencari makan.

Hal itu mengingat daya jelajah harimau yang begitu besar mencapai puluhan hingga ratusan kilometer. Meski begitu, dia mengatakan pihaknya bersama dengan TNI dan Polri terus melakukan pemantauan.

“Terlepas dari apakah dia mencari makan atau lainnya, kita tetap melakukan pemantauan dan terus update perkembangan dari sana,” jelasnya.

Hutomo belum dapat memastikan dari mana asal satwa tersebut. Namun, dari informasi yang dihimpun, di lokasi tersebut terdapat beberapa kantong harimau, salah satunya adalah Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT).

Terpantaunya jejak harimau itu menjadi atensi serius, baik bagi BBKSDA Riau maupun TNI dan Polres Indragiri Hulu.


Dari informasi terakhir yang diterima, harimau yang terlihat oleh warga tersebut diperkirakan mengarah ke areal PT PAS di Desa Pematang Jaya, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Inhu  Pencarian kini dilakukan oleh tim gabungan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Rengat, Polisi dan TNI.

Kepala BKSDA Rengat Permohonan Lubis, Kamis (31/5) mengungkapkan, pihaknya mendapat informasi terkait adanya harimau tersebut dari Koramil Rengat. “Informasinya ada Harimau Sumatera yang melintas di areal PT Seko Indah menuju areal PT PAS,’’ ungkapnya.

Foto jejak harimau tersebut saat ini sudah beredar luas di masyarakat. Permohonan belum memastikan berapa jumlah harimau tersebut. Foto jejak yang beredar diperkirakannya sudah lama karena saat ini sudah ditumbuhi rumput. Dia tak memastikan itu adalah jejak harimau. ’’Bisa saja jejak itu dibuat oleh manusia atau memang jejak harimau, tapi harimau dahan atau bukan jenis Harimau Sumatera,’’ katanya.

Dari data BKSDA, beberapa lokasi di Inhu memang menjadi daerah perlintasan harimau. Pada 2005 ditemukan tiga ekor Harimau Sumatera di sekitar wilayah PTPN Bukit Selasih. Sementara itu tahun 2010 harimau juga diketahui pernah melintas di depan SMP N 9 yang mati karena ditabrak saat melintas di jalan.(mng)



Laporan SARIDAL MAIJAR, M ALI NURMAN, Pekanbaru



 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=184002&kat=3

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi