Riaupos.co

PRANTINO, PESERTA BPJS TK ALAMI KECELAKAAN KERJA
Dua Tahun di ICU, Biaya Berobat Capai Rp3 Miliar
2018-09-10 17:34:44 WIB
 
Dua Tahun di ICU, Biaya Berobat Capai Rp3 Miliar
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Prantino masih terbaring lemah di ruang ICU Rumah Sakit Eka Hospital Pekanbaru, wajahnya terlihat cerah, mulutnya bergerak saat diajak bicara. Matanya melirik lawan bicara walaupun kepalanya tak bisa digerakkannya. Semangatnya untuk segera pulih dari sakit terpancar dari raut wajahnya yang bersih.

Prantino merupakan karyawan PT Agro Abadi Panca Eka  yang mengalami kecelakaan lalulintas pada Desember tahun 2016 lalu. Peristiwa naas ini membuatnya harus dirawat di ruang ICU selama dua tahun dan biaya perobatannya mencapai Rp3 miliar.

PT Agro Abadi Panca Eka merupakan perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan Pekanbaru Kota yang taat membayar iuran setiap bulannya. Kecelakaan yang dialami Prantino masuk dalam kategori kecelakaan kerja sehingga seluruh biaya rumah sakit yang hingga Rabu (5/9) sudah mencapai Rp 2.951.662.205 itu dibayar sepenuhnya oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Berkaitan dengan memperingati Hari Pelanggan, BPJS Ketenagakerjaan Pekanbaru Kota mengunjungi pesertanya yang dirawat di rumah sakit. Salah satunya Prantino.

Kunjungan yang dipimpin Kabid Pelayanan Mangasa Laorensius Oloan dan Kabid Pemasaran Peserta Penerima Upah Suhaimi Ali ini mengunjungi Prantino dan istrinya di ruang ICU Eka Hospital.

Parntino merupakan Supervisor GIS PT Agro Abdi ini mengalami kecelakaan pada 8 Desember 2016 sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu Prantino dalam perjalanan pulang dari Kantor Direksi PT Agro Abadi menuju rumahnya di Desa Pantai Raja, Kabupaten Kampar. Di perjalanan tepatnya di Desa Lubuk Sakat, jalan lintas Pekanbaru-Lipat Kain, Prantino diserempet kendaraan lain yang menyebabkan Prantino terjatuh dan cidera parah di bagian leher. Prantino dilarikan ke Klinik Pelita Hati untuk mendapat perawatan medis. Namun karena kondisi Prantino sangat menkhawatirkan, Prantino dirujuk ke Rumah Sakit Eka Hospital untuk mendapatkan perawatan intensif.

‘’Prantino merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mendapat apresiasi dari kita dalam rangka Hari Pelanggan. Kita datang ke sini untuk memberikan dukungan dan semangat agar Prantino memiliki semangat yang kuat untuksembuh,’’ ujar Oloan.

Ditambahkan Kabid Pemasaran Suhaimi, seluruh biaya rumah sakit yang dibebankan di-cover sepenuhnya oleh BPJS Ketenagakerjaan hingga pasien sembuh. ‘’Ini sudah cukup lama dirawat, seberapa besar pun biaya rumah sakit, BPJS Ketenagakerjaan akan membayarnya, karena kecelakaan kerja yang dialami peserta ditanggung penuh BPJS Ketenagakerjaan,’’ katanya.


Manager HRD Panca Eka Ricky Nelson kepada Riau Pos, Kamis (6/9) melalui telepon selulernya mengaku, apa yang telah menjadi hak-hak karyawan saat bekerja tetap diberikan kepada keluarga walaupun karyawan tidak bekerja karena sakit. Manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sangat dirasakan.

‘’Memang benar, kami sangat merasakan manfaat itu. Kalau karyawan tidak diikutsertakan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan belum tentu perusahaan sanggup membayar biaya berobat yang mencapai Rp3 miliar itu. Manfaat program JKK sudah kami rasakan dengan adanya kejadian ini. Salut buat BPJS Ketenagakerjaan, dengan hanya membayar iuran setiap bulan, manfaatnya sangat banyak,’’ katanya.

Siti Wulandari (29) istri Prantino begitu sabar dan telaten merawat suaminya. Ibu satu anak ini tabah dan kuat menghadapi cobaan belajar dari Prantino yang sangat tegar dan berjuang untuk sembuh.

‘’Awalnya saya hanya percaya pada Tuhan, saya yakin Tuhan akan memberikan muzijatnya. Dan Tuhan berikan itu dengan mulai membaiknya kondisi suami saya. Dia yang sakit saja bisa tegar dan kuat, masak saya yang sehat dan bugar ini tidak bisa lebih kuat dar dia. Itulah yang memotivasi saya makanya tabah menghadapinya,’’ katanya dengan mata berkaca-kaca.

Siti sadar, dua tahun bukanlah waktu yang singkat untuk mendampingi suami di ruang ICU. Di mana pada empat bulan pertma pasca suaminya kecelakaan, siti terpaksa kos. ‘’Tapi sekarang, saya tinggal di rumah sakit ini. Anak saya titipkan sama neneknya di kampong. Saya ingin fokus merawat suami sampai sembuh. Mudah-mudahan Tuhan berikan kesembuhan dan bisa pulang ke rumah, kami bisa berkumpul bersama keluarga lagi,’’ katanya.

Diakui Siti, selama suaminya terbaring di rumah sakit, segala hak-hak suaminya tetap diterima dari perusahaan. ‘’Saya akan bantu suami dalam pekerjaannya jika kondisinya semakin membaik. Fisik dia mungkin tidak mampu, maka saya ayang akan mengantikannya secara fisik. Pikiran biarlah suami saya karena dia yang sangat paham dengantugasnya. Tapi saya akan berusaha belajar sampai bisa,’’ katanya.

Manager Marketing Rs Eka Hospital dr Deny kepada Riau Pos menjelaskan, kondisi pasien sudah mulai stabil. Kondisi ini tidak semata-mata karenakinerja tim medis Eka Hospital saja tetapi juga berkat kemauan pasien untuk segera pulih dan dukungan keluarga pasien yang tiada henti emberikan semangat.

‘’Memang untuk membali pulihseperti semula itu tidak mungkin karena tulang lehernya patah. Dan pasien sebenarnya sudah bisa pulang namun pasien belum bisa berbuat apa-apa. Kondisinya ya terbaring, kalau duduk di kursi roda. Kami memberikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan yang sudah melindungi tenagakerja dengan mengcover seluruh biaya berobat peserta yang mengalai kecelakaan kerja,’’kata dr Deny.(hen)

Laporan HENNY ELYATI, Pekanbaru



 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=189001&kat=3

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi