Riaupos.co

Gubri Bakal Diisi PenjabatJelang Syamsuar Dilantik Maret 2019
2018-09-11 11:33:24 WIB
 
PEKANBARU (RIAUPOS)---Berdasarkan informasi terakhir dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau terpilih Syamsuar-Edi Natar dilakukan pada Maret 2019. Dipastikan ada kekosongan jabatan kepala daerah, sebab posisi Gubernur dan Wakil Gubernur Riau definitif H Arsyadjuliandi Rachman-Wan Thamrin Hasyim berakhir masa jabatannya pada Februari 2019. Sebulan kekosongan, posisi Gubri akan diisi penjabat yang ditunjuk Presiden dari Kemendagri.


Mengenai waktu dan masa pelantikan Gubri dan Wagubri terpilih, sejauh ini menurut Kepala Biro Tata Pemerintahan Setdaprov Riau Sudarman belum ada perubahan. Artinya pelantikan Syamsuar dan Edi Natar dilakukan pada tahap kedua oleh Presiden atau Maret 2019 mendatang.


‘’ Syamsuar sesuai jadwal dilantik Maret, belum ada perubahan. Usulan sudah disampaikan Mendagri kepada Presiden berdasarkan hasil pemenang pilkada. Jadwalnya tentu menunggu Presiden,” ungkap Sudarman kepada Riau Pos, Senin (10/9).


Dijelaskan Kepala Biro Tapem, akhir masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau definitif berakhir 19 Februari. Dengan jadwal tentatif pelantikan gubernur terpilih maka diperkirakan ada kekosongan sampai satu bulan. Untuk itu perlu dilakukan pelantikan untuk posisi Penjabat (Pj) Gubernur Riau.‘’Kekosongan nanti kebijakan Menteri Dalam Negeri, biasanya ada Pj Gubernur, kapan dipilihnya Pj kita tunggu, yang jelas dari AMJ sampai Syamsuar dilantik itu yang diisi Pj,” jelasnya.


Sementara itu ketika disinggung perihal jadwal masa jabatan Gubri definitif H Arsyadjuliandi Rachman yang berniat maju sebagai calon legislatif (caleg) DPR RI. Di mana dikhabarkan harus mundur terhitung keluarnya daftar calon tetap (DCT), dibenarkan Sudarman.


Dijelaskannya, surat pengunduran diri terlebih dahulu harus disampaikan ke KPU. “Salah satu surat gubernur dicalonkan sebagai legislatif, kemudian ke DPRD, hasil itu disampaikan ke Kemendagri sebagai dasar SK pemberhentian. Tentu ini melewati pembahasan dan paripurna di dewan,” beber Sudarman.


Dengan DCT terhitung 20 September ini, maka ditambahkannya pemberhentian Andi Rachman, sapaan akrab Gubri definitif akan terhitung dan berlaku pada saat itu. Karena surat dimaksud diperlukan sebagai persyaratan Caleg. Dengan demikian maka sudah tidak menjabat lagi sebagai Gubernur.


‘’Wagub otomatis naik sebagai gubernur,” pungkasnya.(izl)




 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=189013&kat=3

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi