Riaupos.co

Korupsi Diskominfotik, Auditor Akui Ada Penyimpangan
2018-09-11 11:44:07 WIB
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO)---- - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau telah melakukan ekspos dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), terkait dugaan korupsi pengadaan komputer dan server di Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Riau tahun 2016.


Dari hasil ekspos tersebut, auditor BPK RI Perwakilan Riau mengakui adanya penyimpangan dalam kegiatan tersebut. “Kita sudah ekspos awal dengan BPK beberapa waktu lalu,” kata Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan, Senin (10/9).


Pada dasarnya kata Muspidauan, auditor sependapat dengan Kejati Riau, bahwa terdapat penyimpangan dalam kegiatan tersebut. Namun, auditor meminta penyidik untuk melakukan penyempurnaan data-data dalam perkara itu.


‘’Itu baru hasil ekspos awal. Kita perlu lagi penyempurnaan. Auditor juga akan melakukan penelaahan lebih lanjut, terkait nilai kerugian negara dalam perkara ini,” ujar mantan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Pekanbaru ini.


Diketahui, perkara ini juga berawal dari adanya temuan dari BPK. BPK menyebut, bahwa ada kelebihan bayar kepada pemenang lelang senilai Rp3,1 miliar, dalam kegiatan yang bernama pengadaan computer dan server, alat-alat studio, komunikasi dan implementation IOC Provinsi Riau.


Adapun pagu anggaran pada proyek ini sebesar Rp8,8 miliar. Dana ini bersumber dari APBD Riau tahun 2016. Dari 45 perusahaan yang mengikuti lelang, PT SMRT berhasil menang dengan nilai penawaran Rp8,4 miliar.


PT SMRT sendiri diketahui telah mengembalikan kelebihan bayar pengerjaan proyek sebesar Rp3,1 miliar ke kas daerah. Angka itu berdasarkan temuan BPK dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Provinsi Riau 2016.


Pengembalian dilakukan setelah perkara naik ke tahap penyidikan. Sehingga perkara tetap bergulir di Bidang Pidana Khusus Kejati Riau. Saat ini, sudah ada sekitar 20 orang saksi yang diperiksa.


Bahkan, penyidik juga telah mengagendakan pemeriksaan ahli pengadaan barang dan jasa. Setelah itu, barulah dilakukan gelar perkara, dan dilakukan penetapan tersangka.


Puluhan saksi itu berasal dari pihak swasta dan aparatur sipil negara (ASN). Pihak swasta, diperiksa dari pihak PT PS, perusahaan penyedia perlengkapan komputer dan server.
Ke depan, penyidik juga telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lainnya. Jika saksi fakta telah rampung, berikutnya akan dilakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli pengadaan barang dan jasa.(dal)





 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=189017&kat=3

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi