Riaupos.co

Tahun Baru Islam, Umat Diingatkan Jangan Tebar Fitnah
2018-09-12 10:49:01 WIB
 
Tahun Baru Islam, Umat Diingatkan Jangan Tebar Fitnah
 
TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Perayaan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1440 H yang dilangsungkan di Masjid Jamik Koto Tinggi Pangean, Senin (10/9) kemarin, berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan.


Di salahsatu masjid bersejarah di nusantara, dihadirkan Ustaz Azis Nurlubis LC. Alumni perguruan tinggi di Yordania ini mengingatkan umat Islam di tahun politik agar persatuan dan kesatuan tetap terjaga dan terpelihara. Menyongsong pemilihan umum (Pemilu) 2019 mendatang.


Apalagi dalam setiap momentum pemilihan umum, menurutnya, akan banyak fitnah dan informasi bohong yang beredar di kalangan umat. Itu bertujuan untuk saling menjelekkan. Sehingga berpotensi merusak silaturrahmi antar sesama.


“Pemilihan. Apapun pemilihannya, itu adalah duniawi. Yang namanya dunia, itu hanya sementara. Orang yang mau jadi pejabat, jangan pula kita yang saling menebar fitnah,” ujar Ustadz Azis Nurlubis dalam tausiyahnya di hadapan ratusan jamaah Mesjid Jamik Koto Tinggi Pangean.


Oleh sebab itu, dihadapan Camat Pangean Mahviyen Trikon Putra, Ketua MUI Pangean H Sirajudin E Saleh, para pemangku adat, para pengurus Masjid Jamik Koto Tinggi Pangean H Nayarlis, H Jubardi dan Imam Mesjid Hasan Basri serta para undangan lainnya, Ustadz Nurlubis juga mengingatkan masyarakat jangam menebar dan percaya fitnah.


“Jangan termakan fitnah. Setiap orang pasti kena fitnah. Dan jangan jadi tukang fitnah. Hati-hati!. Kalau yang bohong kita sampaikan untuk menjatuhkan lawan. Lalu, kita ceritakan ke orang lain. Itu namanya ghibah. Itu diibaratkan memakan bangkai saudara sendiri. Jijik kan! Kalau sudah tahu jijik. tinggalkan. Itu sama dengan fitnah,” diingatkannya lagi.


Sementara itu, Camat Pangean Mahviyen Trikon Putra berharap masyarakat Pangean terus menjaga persatuan dan kesatuan. “Ini penting, karena kita semua bersaudara,” diingatkannya, juga dihadapan anggota DPRD Kuansing Jefri Antoni.


Dan begitupula yang disampaikan Ketua Masjid Jamik, H Nayarlis. Di tahun politik, Ia tidak ingin masyarakat Pangean terpecah belah meskipun berbeda pilihan. “Tidak masalah kita berbeda, tapi hubungan persaudaraan sesama kita harus dijaga. Jangan maun dipecah-belah,” juga diingatkannya.(jps)




 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=189055&kat=3

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi