Riaupos.co

Oleh H Syafrinaldi
Bulan Pendidikan
2018-05-30 10:30:03 WIB
 
Bulan Pendidikan
 
RIAUPOS.CO - Bulan Ramadan atau disebut juga dengan bulan suci dan mulia adalah momentum yang paling baik dan tepat bagi setiap individu yang beriman untuk mendidik  atau melakukan pendidikan pada diri, keluarga dan masyarakat. Sedikitnya ada empat aspek pendidikan Ramadan yang dapat kita lakukan.

Pertama, mendidik kesabaran. Seorang yang berpuasa pada siang hari berada dalam kondisi menahan lapar dan dahaga. Dan dalam kondisi ini, seorang mukmin diuji kesabarannya. Sepasang suami istri pun dilarang untuk melakukan hubungan pada siang hari, yang pada bulan lain hal ini bisa saja dilakukan. Selain itu, untuk tingkatan puasa yang lebih tinggi, seseorang harus bisa menahan amarah, menahan diri dari perkataan yang buruk, dan apa saja yang dapat mengurangi nilai ibadah Ramadannya.

Sehingga salah satu inti dari ibadah Ramadan adalah melatih diri untuk selalu bersabar dalam kehidupan. Rasulullah SAW bersabda, “Puasa di bulan sabar (Ramadan) dan tiga hari pada setiap bulan dapat menghilangkan kekerasan hati.” (HR. Ahmad)

Oleh karena itu, sudah semestinya ibadah Ramadan selama sebulan penuh dapat memotivasi seseorang melatih kesabarannya guna mengharapkan keridhoan Allah semata. Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imran : 200)

Kedua, mendidik kedisiplinan. Ibadah puasa Ramadan juga erat kaitannya dengan kedisplinan kita sebagai pribadi dan warga masyarakat. Dalam melaksanakan ibadah puasa, seseorang harus mengatur waktunya untuk dapat bangun pada saat sahur. Keteraturan hidup seseorang juga menjadi lebih baik. Seseorang yang berpuasa selalu memiliki waktu makan yang tetap, yaitu pada saat sahur dan berbuka.

Satu contoh kedisplinan dalam hal kebersihan yang dapat diambil dari ibadah puasa Ramadan adalah seseorang yang berpuasa akan menyikat gigi sesudah makan (sahur dan berbuka), dan sebelum tidur (setelah tarawih). Pada intinya seluruh ibadah dalam Islam ternyata mendidik manusia menjadi insan yang disiplin dalam setiap aktivitasnya.Disiplin yang tinggi akan menjadi modal penting dalam keberhasilan seseorang.

Ketiga, mendidik kejujuran. Puasa adalah ibadah pribadi masing-masing yang tentu orang lain tidak mengetahuinya. Dan di sini orang berpuasa dituntut kejujuran terhadap diri sendiri untuk tidak makan dan minum, dan apa pun amalan yang dapat mengurangi nilai atau pun membatalkan ibadah puasanya. Karena selain dirinya dan Allah SWT, tidak seorang pun yang mengetahui bahwasanya ia berpuasa.  Orang tidak akan tahu jika dia makan di siang hari kecuali Allah SWT. Jadi puasa harus dijadikan sebagai momen untuk melatih diri kita menjadi insan yang jujur.


Keempat, mendidik kepedulian terhadap sesama. Satu di antara banyak makna ibadah puasa adalah bagaimana seseorang yang berpuasa dapat merasakan lapar dan dahaga, seperti yang dirasakan oleh sebagian saudara kita yang kurang mampu dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan orang yang berpuasa harus menahan lapar dan dahaga walaupun ia memiliki makanan dan minuman untuk disantap.

Pada akhir Ramadan, seorang mukmin yang berpuasa diwajibkan untuk menunaikan zakat fitrah dan menyerahkannya kepada fakir dan miskin yang memerlukan. Kewajiban membayar zakat fitrah ini sebagai wujud kepedulian terhadap sesama yang tercermin dari serangkaian ibadah Ramadan. Rasulullah SAW bersabda, “Bukanlah seorang beriman yang merasa kenyang sementara tetangganya kelaparan.” (HR Bukhari)

Dalam bulan Ramadan semua amal ibadah yang dilakukan memperoleh pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT, baik yang fardhu maupun yang sunnah. Rasulullah menganjurkan kita untuk memperbanyak amal ibadah pada bulan ini. Seperti memberi makan seseorang untuk berbuka puasa, maka Allah SWT akan memberikan ganjaran kepadanya sebesar pahala yang sama seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi nilai ibadah orang tersebut.

Rasulullah pun bersabda, “Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa, maka ia memperoleh pahala sebesar pahala orang yang berpuasa, tanpa dikurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu.” (HR Ahmad)

 “Bahkan amalan-amalan sunnah yang dikerjakan pada Ramadan, pahalanya dianggap sama dengan mengerjakan amalan wajib.” (HR Bahaiqi dan Ibnu Khuzaimah)

Ramadan disebut sebagai bulan Alquran karena bulan Ramadan adalah satu-satunya bulan yang disebut di dalamnya dan Allah SWT menurunkan Alquran pertama kali pada bulan Ramadan. Allah SWT berfirman, “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah)bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)…” (QS Al Baqarah : 185)

Oleh karena itu, sudah seharusnya bulan Ramadan dijadikan momentum mendidik diri kita untuk semakin akrab dengan Alquran dengan selalu membacanya dan kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena dengan membaca Alquran seseorang akan mendapatkan keutamaan dari Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang membaca Alquran maka kelak di akhirat dia akan bersama malaikat yang mulia, sedangkan yang membaca Alquran dengan terbata-bata dan bacaan itu terasa sulit baginya dia mendapat dua pahala.” (HR Bukhari dan Muslim)

“Bacalah Alquran karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.” (HR. Muslim).

Demikianlah bagaimana keistimewaan dan keutamaan bulan Ramadan bagi seorang mukmin untuk dijadikan sebagai momentum yang tepat untuk mendidik dirinya menjadi lebih baik, memperbanyak amal ibadah dan mendekatkan dirinya dengan Allah SWT dengan membaca Alquran. Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baiknya kamu adalah yang mempelajari Alquran dan mengamalkannya.” (HR. Bukhari)

Di sinilah peran pendidik bagi umat untuk senantiasa belajar terus menerus dan mengajarkannya kepada umat baik pada masaRamadan, maupun setelah Ramadan berlalu.  Mudah-mudahan kita akan menjadi hamba-Nya yang muttaqin.***

Oleh H Syafrinaldi, Rektor Universitas Islam Riau




 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=183666&kat=38

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi