Riaupos.co

Final Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018
Dari Kudus Menuju Pentas Bulutangkis Dunia
2018-09-07 17:30:21 WIB
 
Dari Kudus Menuju Pentas Bulutangkis Dunia
 
KUDUS (RIAUPOS.CO)-Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 yang berlangsung di GOR Djarum, Jati, Kudus, pada 7-9 September 2018, akan menjadi arena pertarungan seru antar pebulutangkis muda U-11, U-13, dan U-15, dari berbagai daerah.


Ajang ini mempertemukan para pemenang dan peraih super tiket dari audisi umum yang telah digelar di Pekanbaru, Balikpapan, Manado, Purwokerto, Surabaya, Cirebon, Solo Raya, dan Kudus.


Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin menyatakan, Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis merupakan upaya untuk menjaga api obor prestasi bulutangkis Indonesia terus menyala. Berkaca pada hasil sepanjang 2018 sejumlah prestasi mampu diraih oleh para pebulutangkis PB Djarum di tingkat junior maupun senior.


Di tingkat junior, Ribka Sugiarto dan Febriana Dwipuji Kusuma, berhasil meraih gelar juara ganda putri di 2018 Asia Junior Championships. Di level senior, atlet PB Djarum, Kevin Sanjaya Sukomuljo, yang berpasangan dengan Marcus Gideon berhasil meraih gelar juara All England pada Maret 2018. Kemudian pada awal Juli 2018, pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir berhasil menjuarai Blibli Indonesia Open 2018.


Melengkapi catatan tersebut, lagu Indonesia Raya kemudian berkumandang di ajang Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang, usai medali emas ke-24 diraih pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Gideon dari nomor ganda putra


‘’Kita merasa bangga dengan berbagai prestasi yang diraih atlet-atlet bulutangkis Indonesia. Ini menjadi poin penting agar kemudian kita mempersiapkan regenerasi berikutnya. Tidak hanya untuk mempertahankan, namun bagaimana merebut prestasi di nomor-nomor yang saat ini kita masih tertinggal,” tutur Yoppy Rosimin dalam jumpa pers Final Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis di GOR Djarum, Jati, Kudus, Kamis (6/9) petang.


“Melalui rangkaian Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis kami ingin lebih banyak lagi muncul bibit-bibit pebulutangkis yang sejak usia dini dapat dibina agar kelak mampu menjadi juara-juara dunia,” Yoppy menambahkan.


Sejak Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 digelar di Pekanbaru hingga Kudus, tercatat sebanyak 5.957 bibit pebulutangkis mengikuti tahapan seleksi yang dipantau langsung oleh para legenda bulutangkis yang tergabung dalam Tim Pencari Bakat. Angka tersebut meningkat setelah setahun sebelumnya jumlah peserta yang terjaring mencapai 4.058 peserta.


Final audisi yang berlangsung di GOR Djarum yang memiliki luas 29.450 persegi ini bakal mempertemukan 221 peraih Super Tiket dari Pekanbaru, Balikpapan, Manado, Purwokerto, Surabaya, Cirebon, Solo Raya, dan Kudus.


Dengan kualitas terbaik yang dihasilkan dari tiap kota, Final Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 menjanjikan lahirnya bibit pebulutangkis berkualitas super yang diharapkan mampu menjadi penerus tradisi juara dunia bagi Indonesia.


Menurut Ketua Tim Pencari Bakat PB Djarum Christian Hadinata, para peserta peraih super tiket tersebut bakal habis-habisan berjuang mendapatkan beasiswa dari Bakti Olahraga Djarum Foundation.


“Final Audisi Kudus ini akan sangat berat tantangan dan saingan-saingannya. Makanya di setiap kota audisi umum sebelumnya saya sering titipkan pesan kepada para pelatih dari atlet-atlet yang akan bertanding di Final Audisi Kudus ini, agar mereka dipersiapkan dengan baik dari segi fisik, teknik, dan non-teknik,” jelas pebulutangkis spesialis ganda peraih gelar juara All-England 1972, 1973, dan 1979 ini


Mengenai bakat, lanjut Christian, sudah menjadi perhatian utama di PB Djarum sejak awal audisi umum ini digelar. Namun semangat pantang menyerah dan mentalitas juara tetap teratas.  “Kombinasi antara bakat dan mental juara yang kami cari,” ungkapnya.


Para peraih Super Tiket ini wajib melakukan registrasi ulang pada Kamis (6/9) di GOR Djarum, Jati, Kudus. Mereka, kemudian dibagi berdasarkan kategori usia, yakni U-11 Putri, U-13 Putri, U-15 Putri, U-11 Putra, U-13 Putra, dan U-15 Putra. Di Final Audisi ini para pelatih di PB Djarum akan turun langsung memantau bakat para peserta. Mereka akan mengamati proses seleksi dan bergabung dengan para legenda bulutangkis Indonesia yang menjadi tim pencari bakat PB Djarum.


Pada hari pertama Final Audisi Jumat (7/9), para finalis mendapatkan kesempatan dua kali bertanding untuk menunjukkan kemampuannya di hadapan para pelatih PB Djarum.


Penampilan mereka di dua pertandingan ini akan menjadi pertimbangan apakah mereka berhak untuk bertanding di hari selanjutnya. Kemudian pada Sabtu (8/9) pagi, para peserta kembali mendapat kesempatan satu kali bertanding. Hasil pertandingan ini akan menjadi penentu mereka untuk melaju ke tahap berikutnya yang akan digelar pada sore hari yang sama.


Selanjutnya, Ahad (9/9), para finalis akan menjalani pertandingan terakhir mereka sebelum para pelatih PB Djarum memutuskan siapa yang layak untuk melaju ke Tahap Karantina. Mereka yang lolos akan langsung menjalani tahap karantina yang akan digelar pada 10 hingga 15 September 2018. Selama karantina, mereka akan menjalani sistem latihan serta pertandingan yang telah diterapkan oleh para pelatih PB Djarum.  


Penilaian tidak hanya dari kalah atau menang saja, namun juga mencakup kelebihan teknik yang dimiliki para atlet muda ini.


“Apabila mereka memiliki kelebihan dari pada atlet-atlet yang kita miliki di PB Djarum, kemungkinan besar akan kita terima,” kata Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi.
Dalam karantina ini, para atlet muda ini akan berpisah dengan orangtuanya dan menjalani keseharian di asrama PB Djarum. Kedisiplinan dan kehidupan mereka sehari-hari dipantau secara langsung oleh para pelatih.


Setelah lolos tahap karantina, mereka yang berhasil dinyatakan bergabung bersama PB Djarum akan segera memasuki asrama dan berlatih sebagai atlet PB Djarum. Selain mendapatkan pelatihan dari para pelatih berpengalaman di PB Djarum, mereka juga akan mendapat fasilitas terbaik dalam program beasiswa bulutangkis ini. Termasuk di dalamnya adalah kesempatan bertanding di turnamen nasional dan internasional. (mng)



 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=188896&kat=4

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi