Riaupos.co

Benarkah Tarif Retribusi Sampah Naik?
2018-08-17 09:58:37 WIB
 
Benarkah Tarif  Retribusi Sampah Naik?
 

Pak Bupati, seperti apa penanganan sampah rumah tangga di daerah ini. Pasalnya setiap rumah tangga dikenakan tarif dan apakah iuran itu masuk ke PAD?

WA: 081267550xxx
------------------------------------------
RENGAT (RIAUPOS.CO) - Selain ada pergeseran pengelolaan sampah rumah tangga dari Dinas Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pada 2019 mendatang, tarif retribusi sampah rumah tangga naik dari Rp2.000 menjadi Rp5.000.


Peningkatan tarif retribusi sampah ini tidak lain dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). “Pada 2019 mendatang, DLH resmi mengelola sampah rumah tangga,” ujar Kepala DLH Kabupaten Inhu Ir Slamat, Kamis (16/8).

Oleh karena itu, DLH Inhu sudah merencanakan sejumlah langkah perbaikan pengelolaan sampah di Kabupaten Inhu termasuk untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pengelolaan sampah. Karena apabila mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1/2012 tarif sampah rumah tangga hanya sebesar Rp2.000 per bulan untuk setiap rumah tangganya.

Makanya, ke depan sesuai rencana ada kenaikan tarif sampah menjadi Rp5.000 per bulan.  “Untuk mewujudkan ini, DLH  akan mengajukan perubahan Perda atau mengajukan pembuatan Perbup dengan alasan, nilai yang ditetapkan saat ini sudah tidak wajar,” ungkapnya.

Bila diperkirakan dengan tarif sebesar Rp5.000 per bulan bagi setiap rumah tangga, maka PAD Inhu per tahunnya dari pengelolaan sampah bisa mencapai Rp1 miliar lebih. Sebelum menetapkan kenaikan itu, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi terkait teknis pemungutan retribusi sampah tersebut.

Artinya ketika ada kenaikan tarif tentunya diimbangi dengan peningkatan pelayanan dan pengelolaan sampah. “Bahkan, pada 2019 mendatang ditargetkan Kabupaten Inhu dapat meraih Kalpataru,” harapnya.(kas)






 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=188068&kat=46

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi