Masjid Ittihad Tarawih Khatam Alquran 30 Juz

Jamaah Terus Bertambah, 1 Juz Setiap Malam

12 Agustus 2012 - 08.07 WIB > Dibaca 755 kali | Komentar
 
Masjid Ittihad, di Komplek PT Chevron, Rumbai, Pekanbaru sudah 3 tahun melaksanakan Salat Tarawih dengan target mengkhatamkan Alquran 30 juz. Pada Ramadan 1433 hijriah kali ini, juga melaksanakan Salat Tarawih minimal 1 juz setiap malamnya. Meski durasi salatnya tergolong lama, namun antusias jamaah masjidnya terus bertambah.

Laporan ABU KASIM, Rumbai

USAI mendengarkan santapan rohani Ramadan, Rabu malam (8/8), ratusan jamaah Salat Tarawih bergegas berdiri dan merapatkan shaf, sesuai aba-aba yang disampaikan oleh Imam H Murtadho Habib Lc, imam tetap Masjid Ittihad Rumbai. Begitu takbirratul ihram dikumandangkan, sejenak suasana Salat Tarawih menjadi hening dan sesaat kemudian, imam membaca surat Al Fatihah dan dilanjutkan dengan membaca ayat Alquran Surat Lukman.

Suara merdu sang imam, membuat suasana salat menjandi hening dan kekhusyukan jamaah dalam mengikuti bacaan ayat Alquran imam membuat  Salat Tarawih yang berlangsung selama 2,5 jam malam itu, tidak dirasakan kelelahan oleh jamaahnya. Apalagi dipadu dengan pengeras suara yang cukup bagus serta jelas bacaan sang imam, membuat ayat demi ayat yang dibaca imam, terus dihayati oleh makmum dengan seksama. Meski sebagian besar makmun tidak hafal bacaan ayat Alquran yang dibacakan sang imam, tapi sejak mulai rakaat pertama sampai ditutup dengan Salat Witir tiga rakaat, ratusan jamaah tidak beranjak dari shaf  dalam masjid.

Sepertinya bulan Ramadan menjadi momentum tersendiri bagi jamaah Masjid Ittihad, Rumbai, untuk melaksanakan ibadah sebanyak-banyaknya, baik wajib maupun  sunnah. Sejak awal Ramadan sampai malam ke-19 Ramadan, jamaah Salat Tarawaih di masjid itu tidak berkurang, malah terus mengalami peningkatan.

‘’Sudah tiga tahun kita menerapkan 1 juz setiap malam untuk Salat Tarawih. Bahkan untuk tahun ini lebih dari satu juz setiap malam, karena kita mengejar Tarawih tahun ini akan berlangsung selama 29 hari,’’ uja H Murtadho Habib LC, usai menjadi imam Salat Tarawih di Masjid Ittihad, Rumbai.

Ia yang diangkat menjadi imam tetap di Masjid Ittihad Rumbai sejak 2005, dalam menerapkan Salat Tarawih dengan mengkhatamkan Alquran, awalnya mendapat berbagai tanggapan dari para jamaahnya. Karena kondisi itu belumlah terbiasa, sehingga dengan bacaan ayat Alquran yang cukup panjang membuat jamaah kelelahan dan mengantuk.

Namun dirinya selaku imam, terus mengkomunikasikan Salat Tarawaih kepada jamaah dan menyampaikan ke jamaah bagaimana Salat Tarawih yang mereka kehendaki, namun tetap 1 juz setiap malamnya.

‘’Kita sudah melakukan uji coba beberapa kali dengan membawakan ayat-ayat Alquran yang cukup panjang. Bahkan dalam 11 rakaat  Tarawih dan Witir itu tidak ada jeda istirahatnya dan kondisi itu dikeluhkan jamaah dan kemudian dicari formulasi lain, yakni dengan cara bacaannya dalam setiap malam hanya  setengah juz,’’ ujarnya.

Seiring waktu berjalan dan semua sudah dipraktikkannya, maka setiap malam dilakukan evaluasi Salat Tarawih dan disampaikan ke jamaah, bahwa Salat Tarawih yang sudah dilaksanakan, disesuaikan bagaimana kondisi jamaahnya mampu atau tidak untuk mengikuti imam.

‘’Kita tanyakan ke jamaah, jadi jamaahlah yang melakukan koreksi dan bukan imam semaunya saja membawakan ayat panjang. Tapi salat ini bisa benar-benar khusus dan tidak membuat jamaah kelelahan. Bahkan kita menyarankan bagi yang tidak kuat ya salatnya sambil duduk saja,’’ ucap alumni Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir ini.
Hilangkan Penat,

Setiap Salam Istirahat
Karena ayat yang dibacakan imam cukup panjang dan pada salam pertama imam membaca ayat Alquran lebih dari 10 halaman, sehingga pada rakaat pertama Salat Tarawih itu sangat berat bagi jamaah yang baru bergabung. Namun lain halnya bagi jamaah yang sudah lama mengikuti bacaan imam yang panjang, maka tidak membuat makmumnya menjadi jenuh atau tidak mau ikut dalam barisan makmum.

Meski demikian, karena imam Salat Tarawih mengembalikan semua pada jamaahnya, maka keinginan jamaah dituruti. Padahal seorang imam dalam memimpin salat dalam keadaan bagaimanapun harus diikuti oleh makmum. Tapi lain halnya imam H Murtadho Habib Lc, yang mengutamakan kondisi makmumnya, maka berbagai formulasi salat, agar membuat jamaah tidak terbeban tetap dilakukan oleh imam.

Makanya dalam setiap kali salam, imam memberikan kesempatan kepada makmum untuk beristirahat sejenak. Dalam kondisi istirahat sejenak sekitar lima  menit itu, terlihat makmum memanfaatkannya dengan membaca Alquran dan ada beberapa di antara makmum yang lain keluar dari ruang salat, untuk menghirup udara atau meluruskan pinggang mereka, karena terlalu lama berdiri. Ada juga jamaah yang keluar dari masjid untuk sekadar mencuci muka atau mengambil wuduk. Karena pada salam kedua nantinya Salat Tarawih, kondisi bacaan ayat Alquran yang dibacakan imam akan semakin panjang.

‘’Saya memberikan jeda bagi makmum untuk istirahat sejenak, sehingga ketika saya melanjutkan salat lagi jamaah tidak mengantuk maupun tetap konsentrasi,’’ ucap H Murtadho Habib LC.

Jamaah Terus Bertambah
Biasanya untuk masjid-masjid yang ada di Kota Pekanbaru semakin di punghujung Ramadan, maka jamaahnya semakin berkurang. Lain halnya di Masjid Ittihad Rumbai, maka semakin di penghujung Ramadan, jamaah Salat Tarawihnya semakin ramai. Bahkan jamaahnya mecapai 400 orang, sehingga membuat kondisi di dalam masjid terasa sesak dan ramai.

Karena H Murtadho Habib Lc, yang sejak awal membina jamaah secara kontinyu terbilang berhasil. Karena dia ingin mengajak jamaah untuk memanfaatkan momentum bulan puasa dengan memperbanyak amal ibadah. Meski dari sekian jamaah tidak ada yang hafal Al quran maupun tidak sempat membaca Alquran, maka dengan mendengarkan bacaan ayat Alquran dalam Salat Tarawih juga akan memacu minat jamaah untuk membaca Alquraan.

‘’Minimal selama Ramadan ini jamaah kita dapat meningkatkan ibadah, dan melalui bacaan  Alquran dalam Salat Tarawih makmum dapat menyimak dengan seksama bacaan ayat Alquran tersebut,’’ ungkapnya.

Menurutnya, dengan kondisi jamaah yang semakin banyak, tentu dalam menghidupkan malam-malam Ramadan sudah terlihat. Sehingga keberkahan Ramadan benar-benar dapat dicapai oleh jamaah Masjid Ittidad, dan mampu meraih malam-malam berkah dan ampunan dari Allah benar-benar terkabulkan.

‘’Kita hanya berusaha mengajak umat Islam untuk meningkatkan amalan ibadah mereka selama Ramadan. Kita tidak ingin menyia-yiakan bulan Ramadan ini dengan sedikit amal, tapi kita harus kejar keberkahaan Ramadan ini dengan seksama,’’ tuturnya sambil tersenyum.

Iktikaf di 10 Ramadan Terakhir
Selain melaksanakan salat lima waktu dan salat sunah lain serta Salat Tarawih dengan mengkhatamkan Alquran, pada malam 10 Ramadan terakhir, di Masjid Ittihad Rumbai juga menggelar iktikaf usai Salat Tarawaih sampai menjelang Salat Subuh.

‘’Pada malam 21 kita sudah melaksanakan iktikaf selama 10 malam terakhir Ramadan dan tahun ini yang mendaftar jumlahnya cukup banyak yang mencapai 400 orang,’’ ujar H Murtadho Habib LC.

Program iktikaf  ini tidak hanya jamaah berdiam diri di dalam masjid, tapi mereka juga melakukan amalan-amalan sunnah lain, seperti membaca Alquran dan juga melaksanakan Salat Tahajjud dan hajat. Makanya usai Salat Tarawih tidak dilanjutkan dengan Salat Witir dan Salat Witirnya akan dilaksanakan pada saat menjelang Salat Subuh.

‘’Semalam suntuk kita melakukan iktikaf dan pada paginya langsung dilanjutkan dengan Salat Dhuha dan jamaahnya tidak pulang dan tinggal di masjid. Kita juga menyediakan konsumsi bagi jamaah dengan biaya yang sudah mereka setorkan pada saat pendaftaran program iktikaf,’’ ungkapnya.

Murtadho menyebutkan, untuk jamaah mesjid Ittihad ini umumnya berasal dari luar Rumbai, bahkan 80 persen jamaahnya berasal dari kecamatan lain di Pekanbaru. Bahkan untuk program iktikaf ini jamaahnya ada yang berasal dari Padang, Pelalawan dan kabupaten lain di Riau.

‘’Umumnya dari luar Rumbai. Mungkin mereka ingin mencari berkahnya Ramadan, sehingga jauhpun tempatnya tidak menjadi rintangan bagi jamaah untuk bergabung di Masjid Ittihad Rumbai,’’ ucap H Murtadho Habib Lc sambil menyalami Riau Pos untuk pulang ke rumahnya di komplek perumahan Chevron.(gem)
KOMENTAR

Follow Us

Riau Pos Group
Support by: