Selamat Datang di Tanah Juara

2 September 2012 - 08.46 WIB > Dibaca 563 kali | Komentar
 
PEKANBARU (RP) - Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII sudah di ambang pintu. Tepat 11 September mendatang, Presiden SBY dijadwalkan akan membuka PON yang dirancang meriah melebihi pelaksanaan SEA Games.

Meski sejumlah persoalan hinggap menjelang pelaksanaan helat ini, itu  tak menyurut langkah panitia dan masyarakat Riau untuk menyukseskan PON yang pertama kali digelar di Negeri Melayu ini.  

Ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Pekanbaru tampak sibuk berlatih gerakan tari di Stadion Utama Riau. Dengan lemah gemulai mereka menari sesuai instruksi yang disampaikan para pelatih tari. Para penari ini nantinya akan mengisi acara pembukaan PON 2012.

Presiden sendiri sudah menjadwalkan akan hadir dan membuka acara olahraga terakbar di Tanah Air itu.

Sementara itu di sekretariat PB PON di Jalan Diponegoro, aktivitas dan kesibukan panitia dalam menyukseskan acara ini juga sangat dirasakan. Mereka sibuk mengurus berbagai keperluan kegiatan. Jauh-jauh hari, para panitia memang sudah menyiapkan berbagai keperluan untuk event ini. Menjelang hari pelaksanaan yang tinggal 10 hari lagi, intensitas pekerjaan mereka bertambah padat.

‘’Selamat Datang Sang Juara’’. Kata-kata dalam bentuk spanduk, baliho dan lain-lain itu mengisi berbagai sudut kota. Riau sendiri sudah berazam melaksanakan helat ini dengan sebaik-baiknya dengan empat sukses yang akan diraih.

Sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses pemberdayaan ekonomi rakyat dan sukses promosi daerah.

Sukses penyelenggaraan mencakup sukses pembukaan dan penutupan PON XVIII, pertandingan cabang olahraga, penerimaan kontingen dan tamu dengan berbagai kesiapan akomodasi, transportasi dan konsumsi, keamanan dan kenyamanan peserta/tamu.

Sukses prestasi mencakup sukses peningkatan pembinaan olahraga nasional pada umumnya dan pemecahan rekor olahraga di tingkat nasional, regional dan internasional. Sukses pemberdayaan ekonomi rakyat mencakup sukses aksesibilitas bagi UMKM untuk memanfaatkan peluang usaha baik pada tahap persiapan penyelenggaraan maupun pasca PON.

Sedangkan sukses promosi daerah mencakup sukses memperkenalkan potensi dan peluang investasi di daerah Riau, menarik dan meningkatkan investasi di berbagai sektor di Provinsi Riau baik dari dalam maupun luar negeri dan memperkenalkan  beberapa  kawasan  wisata  sebagai  objek  wisata  di Provinsi Riau.

‘’Insya Allah semua persiapan berjalan baik dan kita siap menyelanggarakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Semua tahapan kegiatan kita jalani dengan semaksimal mungkin sehingga kegiatan ini bisa berjalan baik. Kami berharap seluruh masyarakat Riau turut serta menyukseskan kegiatan ini,’’ tutur Ketua Harian PB PON Riau Drs H Syamsurizal pada Riau Pos kemarin.

Menurut Syamsurizal, semua tahapan-tahapan penyelenggaraan sudah berjalan baik. Sarana akomodasi, transportasi, hotel dan konsumsi semuanya sudah siap. Begitu juga fasilitas dan lokasi serta tempat pertandingan.

‘’Yang jelas Riau sudah siap menyambut duta-duta olahraga dari berbagai provinsi di Indonesia dan tamu-tamu lainnya, sehingga catur sukses yang dirancang akan bisa dicapai dengan baik dan optimal,’’ tuturnya.

Terkait acara pembukaan, Kepala Badan Inspektorat ini menambahkan, pihaknya akan membuat kejutan dan akan dilakukan dengan meriah, sehingga akan memberi kesan yang sangat mendalam tidak saja bagi masyarakat Riau tapi semua peserta dan tamu yang datang menyaksikan.

‘’Bentuknya sudah kita rancang, namun belum bisa kami sampaikan saat ini. Kalau disampaikan itu bukan kejutan namanya. Yang jelas pembukaan PON di Riau ini akan lebih megah dari pembukaan SEA  Games.  Kita sudah mempersiapkan acara opening ceremony-nya dengan tampilan lighting (pencahayaan) yang mewah,’’ ujarnya.

Dikatakan Syamsurizal, untuk persiapan akhir pelaksanaan PON yang tinggal menghitung hari ini, sudah sukup matang dan selama dua hari panitia sudah menggelar rapat bersama Sub PB PON kabupaten/kota se-Riau. Pihaknya juga sudah mengetahui secara langsung dari panitia daerah tentang persiapan mereka.

Dari hasil pertemuan itu, semua kabupaten/kota menyatakan kesiapannya di semua bidang. Ini artinya pelaksanaan PON tinggal menunggu waktu saja. ‘’Mudah-mudahan apa yang disampaikan ini benar adanya dan kita mengharapkan pada saat pelaksanaannya tidak ada kendala,’’ ujarnya.

Terkait pasokan listrik di Stadion Utama, Syamsurizal mengaku pasokan listrik selain disediakan PLN, juga akan ditanggung sepenuhnya oleh event organizer (EO).

Jadi, masing-masing peralatan pendukung pembukaan dan penutupan PON sudah disediakan genset. Makanya PB PON tak khawatir lagi tentang pasokan listrik. Untuk pembukaan PON, pihaknya akan melibatkan 2.000 siswa untuk melakukan pementasan seni secara massal.

Tanggal 6 Pengambilan Api PON
Dalam rencana awal, api PON yang diambil di sumber api milik Chevron di Minas akan dibawa keliling dari Dumai menuju ke Pulau Jawa dan Sumatera serta sampai lagi ke Riau. Karena bertepatan bulan puasa rencana itu batal dan api PON baru akan diambil dan dibawa keliling Riau pada 6 September mendatang.

‘’Tanggal 6 September api PON baru diambil oleh masing-masing kabupateb/kota se-Riau. Barulah api ini nanti akan diarak keliling kota masing-masing. Seperti Pekanbaru rencananya akan diarak keliling kecamatan dan tentu diikuti oleh masing-masing kabupaten/kota yang turut mengambil api PON,’’ ujarnya.

Menurut Syamsurizal, setelah diarak keliling di masing-masing kabupaten/kota, api ini akan menunggu dinyalakan secara serentak di tungku api PON masing-masing kabupaten/kota. Setelah itu dilakukan pembukaan dan penyalaan api PON oleh Presiden RI pada 11 September.

‘’Nanti akan dinyalakan di tungku utama secara serentak setelah Presiden membuka secara resmi. Makanya setelah diambil api ini akan standby di masing-masing kabupaten/kota dan harus dijaga agar terus menyala,’’ ujarnya.

45 Venues Bisa Dioptimalkan
Menghadapi pelaksanaan PON, soal mempersiapkan sarana dan prasarana, PB PON optimis, secara keseluruhan tempat pertandingan atau venue, dapat dioptimalkan secara keseluruhan nantinya. Yakni dengan mempertandingkan 39 cabang olahraga (Cabor).

Dari keseluruhan venue yang digunakan, 27 di antaranya terletak di Pekanbaru. Sementara sisanya tersebar di 9 kabupaten/kota lainnya. Perkembangan pengerjaan hingga kini sudah ada yang selesai sepenuhnya dan ada pula yang masih dalam tahap pengerjaan.

Terkait hal ini Syamsurizal mengungkapkan, memang untuk venue pertandingan sudah tak ada kendala. Sebab semuanya yang diperkirakan  akan rampung dan kini sudah memperlihatkan perkembangan yang sangat baik.

‘’Venue Insya Allah semuanya sudah dapat digunakan. Dengan optimal dan tepat waktu tentunya. Tercatat sudah ada sekitar 95 persen venue yang rampung 100 persen. Dan memang akan ada venue yang tidak digunakan selesai secara keseluruhan,’’ ungkapnya.

Targetkan 60 Emas
Jumat (31/8) kemarin, kontingen yang akan memperkuat Riau pada PON dikukuhkan oleh Gubernur Riau Dr (HC) HM Rusli Zainal SE MP. Riau diperkuat 690 atlet dan menargetkan 60 medali emas.

Dengan pengukuhan atlet tersebut, ditambah 132 pelatih serta mekanik dan ofisial, maka total kontingen Riau yang akan turun pada defile pembukaan nanti berjumlah 890 orang. Gubernur selaku Ketua Umum KONI Riau berharap Bumi Lancang Kuning bisa keluar sebagai juara umum.

Namun realistisnya, Riau diperkirakan hanya mampu mendulang sekitar 60 medali emas.

‘’Tentunya dengan sudah dikukuhkan secara resmi ini kita ingin yang terbaik. Sebab pembinaan sudah dilakukan maksimal dan sebaik mungkin dua tahun belakangan. Keluar sebagai juara umum dimana kita sebagai tuan rumah tentu tidak pula salah, namun Riau harus bisa mengoleksi sekitar 90 medali emas untuk itu,’’ ujarnya usai pengukuhan.

Menurut Gubri, PON XVIII tentunya harus berbeda bagi Riau. Sebab, sebagai tuan rumah, harusnya bisa berbuat lebih baik selama pertandingan. Ia pun mengharapkan dukungan seluruh masyarakat agar dapat memberi dukungan semangat sebagai suporter nantinya di tempat-tempat pertandingan.

Pengukuhan itu sendiri ditandai dengan tepuk tepung tawar terhadap delapan orang perwakilan. Gubernur HM Rusli Zainal didaulat untuk yang pertama sekali melakukan tepuk tepung tawar disusul Ketua DPRD Riau Drs H Djohar Firdaus, Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau Dr (HC) H Tenas Effendy, Ketua DPH LAM Drs Alazhar, Ketua Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) H Abbas Jamil, Kapolda Riau Brigjen (Pol) Suedi Husein dan Komandan Komando Resort Militer (Korem) 031 Wira Bima Brigjen TNI Teguh Rahardjo.

Ketua DPH LAM Riau, Drs Alazhar menyampaikan, LAM memandang  kesempatan tuan rumah adalah kesempatan yang sangat langka dan patut dibanggakan. Karena berkait dengan marwah  Riau. Sebab itu tiada kata-kata lain, selain berazam untuk menyukseskannya.

Sukses atlet Riau berkait kelindan dengan nama baik  negeri ini. Secara teoritis, olahraga modern dipengaruhi faktor teknis dan non teknis. Dari segi teknis, atlet Riau sudah berbekal maksimal dari bimbingan para pelatih. Untuk non teknis, tentu sudah dilakukan antisipasi.

Alazhar menyampaikan, Melayu dan kebudayaan sudah berbilang abad. Kejayaannya dan keranggiannya sudah diakui. Kunci kejayaan itu diraih dari semangat anak negeri yang membara. Melayu ternama bukan karena duitnya mempeti, bukan karena emas dan perak, tapi karena semangatnya yang membesi dan membara dan tak pernah mati.

Siapkan Bonus
Dalam kesempatan tersebut, tak seluruh atlet Riau yang tergabung dalam Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON turut hadir. Sebab beberapa Cabor sudah terkonsentrasi berlatih di venue mereka di daerah. Seperti dayung di Kuansing, sepatu roda dan sepeda di Siak dan layar di Bengkalis.

Pengukuhan dilangsungkan dengan penyerahan bendera kontingen dari Gubri kepada Ketua Kontingen Riau, Yuherman Yusuf yang juga Ketua Harian KONI Riau. Sebelumnya acara diawali laporan Ketua Tim Satgas Training Center (TC) Penuh PON Riau, Sudarto.

Agar para atlet makin bersemangat dan ingin berdaya juang tinggi selama pertandingan karena gubernur juga memberi janji akan menyiapkan bonus kepada peraih medali emas nantinya. Sementara terkait nominal, beliau tak menyebutan besarnya.

‘’Yang jelas pasti kompetitif dan akan bermanfaat sebagai tambahan pembinaan. Makanya diharapkan seluruh atlet harus punya jiwa tarung yang tinggi dan maksimal demi harumnya dan ber kibarnya bendera Riau pada acara penyerahan medali di setiap Cabor selama pertandingan berjalan,’’ harapnya di hadapan ribuan atlet.

Sementara itu, Ketua Kontingen PON Riau, Yuherman Yusuf optimis para atlet akan mampu membanggakan Riau dan berbuat terbaik bagi Bumi Melayu nantinya. Hal tersebut, aku Yuherman setelah melihat perkembangan selama ini dalam mengikuti berbagai kejuaraan tingkat nasional. Ada juga beberapa atlet Riau yang memperkuat Indonesia pada SEA Games lalu.

‘’Dengan perkembangan prestasi dalam kurun dua tahun belakangan ini, tepatnya pasca PON Kaltim lalu, kita terus berbenah dalam mempersiapkan diri. Dan kini di beberapa Cabor, Riau menjadi salah satu kekuatan baru olahraga di Indonesia, bahkan tingkat Asia Tenggara dan Asia sekalipun,’’ ungkapnya.

Berdasar laporan Ketua Tim Satgas TC Penuh PON Riau, Sudarto, atlet Riau sudah dipersiapkan sejak Oktober 2010. Dimana ketika itu para atlet tergabung dalam tim Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) tahap I dengan jumlah 1.050 orang. Lalu diciutkan pada Pelatda tahap II sekitar 950 orang dan Pelatda tahap III sejumlah 830 orang setelah melihat peningkatan prestasi dan kondisi atlet.

‘’Kekuatan dengan 690 orang ini merupakan jumlah tim Pelatda inti yang sudah mengalami berbagai proses. Mengikuti berbagai uji coba dan kejuaraan baik tingkat nasional maupun internasional,’’ sebutnya.

Dengan 690 atlet, Riau siap mengikuti 39 Cabor yang dipertandingkan. Dimana terdapat tiga Cabor yang ditetapkan KONI Riau sesuai klasifikasi. Yakni unggulan, andalan dan harapan. ‘’Cabor unggulan lah yang kita harapkan bisa menjadi lumbung emas. Setelah disinkronkan dengan Pengprov dan pelatih masing-masing Cabor, dalam estimasi kami Riau bisa meraih minimal 60 medali emas,’’ lanjutnya.

Sisakan Penyelesaian Akhir
Dari Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dilaporkan, helat olahraga terakbar di Indonesia ini akan berjalan dengan baik. Kabupaten ini dipercaya menyelenggarakan dua cabang olahraga masing-masing dayung dan penyisihan pertandingan sepakbola.

Venue dayung yang dikhawatirkan banyak pihak akan terkendala dengan kondisi air, tidak terbukti. Pasalnya, kedalaman air pada venue yang terletak di Danau Kebun Nopi Kecamatan Kuantan Mudik ini telah sesuai standar, dengan ketinggian mencapai 2 meter lebih.

Dari pantauan Riau Pos, awal pekan kemarin, memang air yang menjadi unsur terpenting dalam pelaksanaan lomba dayung ini tidak menjadi kendala lagi. Namun, pekerjaan di venue ini tinggal menyisakan penyelesaian akhir, yakni membersihkan limbah pekerjaan dan mengecek seluruh sarana dan prasarana yang ada.

Hal ini diakui Ketua PODSI  Riau Sanusi Anwar saat  ditemui Riau Pos, ketika kunjungannya ke venue dayung awal pekan kemarin. Sanusi mengatakan, venue dayung tinggal melakukan penyelesaian akhir, terutama masalah kebersihan di sekitar venue. Sehingga pada saat pelaksanaan pertandingan nanti, venue ini benar-benar steril.

‘’Tidak ada masalah dengan venue ini dan siap digunakan. Hanya kita masih melihat adanya air yang menggenang kalau hujan. Kita minta ini bisa diatasi,’’ ujar Sanusi.

Ketika ditanya apa saja yang dinilai kurang dari pembangunan venue ini, menurutnya tetap ada. Hanya, dari venue ini yang harus dibenahi adalah masalah kebersihan. Sebab banyak air menggenang di area parkir. ‘’Ini harus diperbaiki, ke depan kita harapkan jangan adalagi,’’ katanya.

Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi menyatakan kesiapannya  menyukseskan pelaksanaan PON di Riau, khususnya di Kuansing. Sebagai wujud dari keseriusan, Pemkab Kuansing melakukan kampanye dan sosialisasi ke seluruh masyarakat, agar mendukung pelaksanaan agenda empat tahunan di Indonesia ini.

‘’Pada prinsipnya kita sangat komit dan mendukung pelaksanaan PON di Kuansing. Kita  siap  menyukseskannya,’’ ujar Plt Kasubag Humas Setda Antoni Suryadinata SE.

Siak Siap  
Kabupaten Siak yang dipercayakan untuk penyelenggaraan tiga Cabor yakni kempo, balap sepeda, sepatu roda dan pengambilan api PON juga telah siap menggelar pesta olahraga bergengsi itu.

Dalam pemaparan kesiapan penyelenggaraan, Ketua Umum Sub PB PON Siak yang juga Bupati Drs H Syamsuar MSi mengatakan, selaku tuan rumah tiga cabang olahraga, persiapan sudah final dan tinggal menunggu waktu pelaksanaan.

Meski sudah siap, panitia Sub PB tak mau gegabah melainkan terus memaksimalkan dan menyempurnakan kekurangan yang bersifat non teknis. ‘’Kami tetap memantau dan koordinasi dengan masing-masing bidang dan PB,’’ kata Syamsuar.

Menurutnya, semua yang jadi tugas dan tanggung jawab Sub PB telah dikerjakan, bahkan koordinasi bersama technical delegate juga dilakukan, alhasil untuk pertandingan tiga Cabor tak ada persoalan. Menyangkut peralatan dan fasilitas pendukung venue, antara yang disiapkan oleh Sub PB dan PB juga telah dilakukan. ‘’Kami menunggu bantuan fasilitas dari PB,’’ sebutnya.

Persiapan pelaksanaan ini, katanya, memang dilakukan ekstra keras, terutama pada panitia Sub PB di masing-masing bidang dalam mensukseskan helat nasional ini. Tiga kondisi Cabor saat ini yang menyangkut pekerjaan masih berlangsung namun bukan pekerjaan teknis. Di Cabor kempo, saat ini dilakukan pemasangan paving block untuk parkir, jaringan listrik, internet dan air bersih.

Sementara di Cabor balap sepeda, pengerjaan yang dilakukan adalah pembuatan marka jalan, yang sebagian besar sudah selesai. Tinggal beberapa ruas jalan yang dilintasi saja yang belum.  Untuk sepatu roda, sirkuit untuk atlet beserta venue sudah siap, tinggal menata areal parkir dan juga akses masuk. ‘’Pengerjaan ini selesai sebelum pelaksanaan,’’ tuturnya.

Ketua I Sub PB PON Siak Amin Budyadi menambahkan, kendala teknis tak ada yang berarti semuanya sudah selesai dari jauh hari. Hanya, Sub PB minta pertegas pembagian tugas dan tanggung jawab antara PB dan Sub PB. Ini dilakukan agar tak ada salah komunikasi dan tumpang tindih.

Tinjau dan Evaluasi Venue
Tiga venue cabang olahraga yang dipertandingkan di Siak pada  PON  XVIII  sudah siap  dipertandingkan. Ini  terungkap dalam peninjauan  Ketua Umum Sub PB PON Siak Syamsuar bersama panitia. Mereka melihat dan memperhatikan secara seksama segala fasilitas sampai sedetail-detailnya.

Bahkan ia juga tak segan-segan menanyakan langsung pada kepala dinas dan panitia pelaksana teknis kegiatan yang turut serta mendampinginya. ”Sebagai tuan rumah jangan sampai tak siap, malu kita nanti karena ini event nasional,” pesannya.

Venue yang ada ini, sebut Bupati Siak, sudah memiliki standarisasi yang telah ditetapkan, bahkan ini juga merupakan venue terbaik. Misalnya sepatu roda, BMX sudah diakui oleh technical delegate sebagai venue terbaik di Tanah Air. Dengan kelebihan itu, diharapkan akan lahir atlet-atlet dari Siak yang menasional dan internasional.

Saat meninjau gedung media center pelaksanaan PON, ia juga melihat sarana dan fasilitas yang sedang dikerjakan. Ia juga tak lupa mengingatkan agar media center ini memiliki akses jaringan internet, perangkat komputer, listrik yang memadai, sehingga para wartawan yang mengirim hasil liputan berita tak terganggu. ‘’Tolong ini diperhatikan betul,’’ ujarnya pada Ketua Bidang Humas dan IT Sub PB PON Siak, Juarman.

Usai meninjau media center, ia melanjutkan ke sekretariat Sub PB PON, yang tak jauh berada lokasinya di media center. ‘’Saya ingin persiapan kita selaku tuan rumah betul-betul siap, tak asal siap saja. Makanya saya meninjau langsung kesiapannya,’’ katanya.

Tak lama berselang, ia melanjutkan peninjauan ke RSUD  dan peninjauan jalan di Kecamatan Bunga Raya sampai Kecamatan Sabakauh. Menyangkut dengan teknis pelaksanaan, katanya, sudah dikoordinasikan bersama ketua masing-masing bidang. Alhasil semuanya juga sudah disempurnakan dan tak ada kendala berarti. Atas kesiapan ini, panitia telah menyampaikan pada PB PON Riau terhadap kesiapan penyelenggara.

Mantan Plh Bupati Kepulauan Meranti ini menjelaskan, dari peninjauan venue, jelang pelaksanaan hanya menyelesaikan fasilitas yang belum tersedia, seperti jaringan listrik, internet, air, marka jalan, posko pertandingan yang semuanya dalam masa pengerjaan. “Dijadwalkan sebelum pertandingan, semuanya sudah siap,”  ujarnya.

Ketua Harian Sub PB PON Siak Drs H Amzar menambahkan, persiapan helat ini dilakukan oleh panitia secara maraton, bahkan di bulan Ramadan panitia memaksimalkan persiapan, terutama yang berkenaan dengan tiga Cabor yang dipertandingkan, dengan koordinasi bersama technical delegate, Pengprov Cabor, PB PON dan panitia pertandingan sendiri.

Inhil Siap
Menjelang pelaksanaan cabang olahraga futsal yang akan dilaksanakan di Kota Tembilahan, telah dipersiapkan secara matang jauh hari sebelumnya oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Panitia Sub PB PON XVIII 2012 Kabupaten Inhil mengharapkan seluruh atlet dan kontingen PON cabang olahraga futsal telah hadir pada H-1 pelaksanaan PON.

“Dengan persiapan yang telah dilakukan sehari sebelum  pembukaan PON cabang olahraga futsal, kita berharap semua atlet yang terdata berasal dari 12 Provinsi se-Indonesia sudah datang di Tembilahan,” harap Sekda Inhil yang juga Ketua Harian Sub PB PON XVIII Kabupaten Inhil, H Alimuddin RM.

Kedatangan atlet ke Tembilahan, sampai kini  belum ada kepastian dari PB PON Riau. Menurut  jadwal semula, lanjutnya, pada 4 September seluruh atlet harus hadir di Tembilahan dan 5 September dijadwalkan pelaksanaan acara pembukaan di gedung venue futsal dan  6 September pelaksanaan pertandingan perdana.

Menurut Alimuddin, pertandingan  futsal  nantinya  berjalan selama 10 hari. “Segala sesuatu telah kita persiapkan dengan matang, mulai dari persiapan pra PON XVIII dengan mempersiapkan venue futsal. Meskipun saat ini hanya dapat mempersiapkan untuk fungsional dan kelengkapannya, hingga sampai pada akhir pelaksanaan PON mendatang, yang dijadwalkan akan dilaksanakan selama 10 hari,” paparnya.

Saat disinggung mengenai anggaran,  Alimuddin  mengungkapkan, untuk  anggaran pelaksanaan kegiatan PON XVIII di Tembilahan, mulai dari akomondasi dan konsumsi ditanggung PB PON XVIII. “Sementara sisanya ditanggung pihak kabupaten menggunakan APBD Inhil,” jelasnya.

Batas Akhir 3 September  
Kini, pembangunan venue futsal di Tembilahan masih dalam tahap penyelesaian pekerjaan fungsional. Menurut Alimuddin, pekerjaan pembangunan venue futsal sekarang sudah mencapai 75 persen.  Pemkab Inhil  terus menggesa pihak rekanan untuk  dapat menyelesaikan hingga 3 September mendatang.

“Itu semua sudah kita perhitungkan. Kita sudah menekankan pada 3 September bangunan fungsionalnya sudah siap dan pihak rekanan  sudah menyanggupinya,” tegas Sekda.

 Ditambahkannya,  pada  1 September, panitia Sub PB PON XVIII Kabupaten Inhil  melakukan uji coba sistem listrik pada bangunan venue futsal. Ini guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana utama dan pendukung. “Semua bahan, peralatan dan kelengkapan yang diperlukan sudah tersedia di lokasi,” ujar Sekda.

 Di tempat terpisah,  Kepala Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Budparpora)  Inhil, H Mukhtar T mengungkapkan, pemasangan seluruh alat pendukung fungsional cabang olahraga futsal akan terpasang dengan masa pengerjaan 20 jam, khususnya pemasangan alat lapangan inti.

“Mulai dari lapangan, scoring board, kursi, gawang, lampu, dan sebagian rangka atap akan selesai dalam masa pengerjaan selama 20 jam. Artinya, pada 3 September, seluruh peralatan yang dibutuhkan sudah terpasang semua dan dapat difungsikan, sehingga pertandingan dapat dilaksanakan sesuai jadwal,” ujarnya.

Untuk media center, pihaknya juga telah menyediakan posko yang ditempatkan di kantor Lembaga Adat Melayu (LAM) Tembilahan, yang didukung dengan peralatan komputerisasi sebanyak 23 unit serta peralatan IT online.

 “Media sangat berperan penting dalam penyampaian informasi. Untuk itu juga disediakan 3 ruangan di venue futsal yang dilengkapi peralatan dan kelangkapannya. Salah satunya berada di tribun atas yang dikhususkan untuk tempat peliputan baik media cetak maupun elektronik,” tuturnya.

Pasang Atribut
Sepekan menjelang pelaksanaan pertandingan futsal PON, atribut sosialisasi PON seperti baliho dan spanduk  mulai terlihat terpasang pada sebagian ruas jalan dalam Kota Tembilahan. Bahkan untuk memeriahkan pelaksanaan tersebut, Sekda Inhil, Alimuddin mengaku telah mengeluarkan surat resmi yang ditujukan pada seluruh kantor, dinas, dan instansi pemerintah maupun swasta, serta masyarakat, untuk memasang atribut PON XVIII.

 “Kita sudah buatkan surat tertulis pada kantor-kantor baik kantor pemerintah maupun swasta termasuk masyarakat. Kita imbau untuk turut serta memeriahkan pelaksanaan PON dengan berpartisipasi memasang baliho, spanduk atau umbul-umbul di lingkungan mereka masing-masing,” jelas Sekda.

Mari semua masyarakat Riau, turut serta menyukseskan helat PON. Kepada para atlet dan tamu yang datang, selamat datang di tanah juara.(ksm/egp/dac/aal/jps/*1/gem)
KOMENTAR

Follow Us

Riau Pos Group
Support by: